Minggu, 29 Desember 2013

Bahaya Junk Food


Bahaya Junk Food
Oleh Eka Widiyani
Jurusan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

    Abstrak
Makan adalah kebutuhan utama  manusia. Dengan makan manusia mendapatkan energy untuk beraktifitas tiap harinya. Makanan juga mempengaruhi metabolisme dalam tubuh.  Metabolisme adalah saat dimana suatu makhluk hidup memproses sebuah zat, yang kemudian zat tersebut dirubah secara kimia maupun secara mekanik yang kemudian berubah menjadi nutrisi, dan dari nutrisi tersebut berubah menjadi energi. Proses metabolisme tersebut terjadi di dalam alat pencernaan . Namun apa jadinya jika makanan yang dikonsumsi tidak bergizi dan justru banyak terkandung bahan-bahan berbahaya?  Tentunya akan banyak berpengaruh terhadap metabolisme tubuh. Jika seharusnya dalam proses metabolisme menghasilkan nutrisi-nutrisi yang baik serta berguna untuk tubuh, dengan catatan asupan makananya juga harus baik. akan lain cerita jika dalam makanan terlalu banyak zat-zat yang berbahaya, zat-zat berbahanya dalam makanantersebut dapat memicu datangnya berbagai macam penyakit.  Maka makanan yang demikian itu tergolong sebagai junk food atau makanan sampah. Tulisan ini berupaya mengupas apa itu sebenarnya junk food, kenapa masyarakat mengkonsumsi junk food, kandungan apa saja yang ada di dalam junk food, penyakit apa saja yang ditimbulkan junk food, dan tips mengkonsumsi junk food agar tidak berbahaya untuk tubuh. Hasilnya menunjukan bahwa masyarakat memilih mengkonsumsi junk food karena makanan ini sangat praktis dalam penyajian dan enak rasanya, walau minim gizi. Faktor lain adalah maraknya peredaran makanan junk food dimasyarakat, iklan-iklan dimedia masa juga sangat berpengaruh terhadap antusias masyarakat terhadap produk-produk junk food. Sebagai konsumen kita harus selektif dan berfikir cerdas dalam memilih makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Memilih makanan hendaknya mengutamakan nilai gizi yang ada dalam makanan. Bukan karena sedang trend, enak rasanya, ataupun hanya karena kepraktisanya saja. Karena kesehatan mahal harganya.
Kata Kunci : makanan, junk food, kandungan, penyakit.



1.      Pendahuluan
Budaya makan sehat mulai luntur di Indonesia. Hal ini berkaitan erat dengan menjamurnya restoran-restoran yang menawarkan produk makanan cepat saji. Dan hal yang paling mengkhawatirkan adalah kebanyakan menu dari makanan cepat saji ini merupakan produk-produk junk food yang pada dasarnya makanan yang minim gizi dan tinggi lemak.
       Sebelum melanjutkan pembahasan mengenai junk food, ada baiknya kita mengenal dulu apa itu fast food dan apa itu junk ood. Fast food adalah istilah untuk makanan yang dapat disiapkan dan dilayankan dengan cepat (lihat id.wikipedia.org, 2013). Dan junk food secara hafiah adalah “junk” berarti sampah/rongsok dan  food” berarti makanan. Junk food bisa diartikan sebagai “makanan samapah”, “makanan rongsokan” atau juga makanan tidak bergizi. Istilah ini ditujukan untuk makanan yang tidak berguna, karena tidak memiliki nutrisi dan nilai gizi yang baik untuk tubuh .
       Lalu apa hubunganya fast food dengan junk food? Dalam sejarahnya, funk food dulu berasal dari dapur-dapur restoran fast food di Amerika Serikat. St. Louis World's Fair adalah pelopor pertama yang mempromosikan makanan jenis fast food pada tahun 1904, adapun menu yang ditawarkan adalah hot dog, kerucut es krim dan es teh. Kemudian disusul oleh Richard J. dan Maurice McDonald dengan didirikanya Mc. Donals pada tahun 1940. Mc. Donals maju pesat dan masih terus berkembang hingga saat ini (lihat id.wikipedia.org, 2013).
       Peluang usaha restoran  fast food tentu sangat menjanjikan pada saat itu, karena pada abad ke-19 industri di Amerika Serikat tumbuh dengan pesat. Pola kehidupan masyarakat beralih, dari kehidupan masyarakat agraris menuju masyarakat industry. Kebiasaan masyarakat pun mulai berubah, dari budaya agraris yang fleksibel dalam penggunaan waktu, menuju budaya industry yang sangat ketat dalam perhitungan waktu. Jika sebelumnya mereka memiliki jadwal yang tidak ketat dan cenderung fleksibel, kini mereka harus bekerja 8-10 jam sehari, dengan waktu istiahat yang pendek, sehingga harus benar-benar efisien dalam memanfaatkan waktu.
            Kehadiran fast food tentu sangat cocok pada kehidupan masyarakat industry seperti Amerika pada saat itu. Pola hidup masyarakat yang menuju kehidupan masyarakat yang serba praktis mendorong  para konsumen  memilih makanan yang cepat dalam penyajian, murah, dan enak tentunya. Dibalik semua itu, makanan fast food seperti hot dog, burger, dan pizza adalah makanan yang minim nilai gizi serta memiliki kadar lemak yang sangat tinggi. Hal itu membuat jumlah angka obesitas melonjak tajam di AS.
Makanan fast food sangat efisien dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang dikejar waktu. Namun sayangnya makanan cepat saji identik dengan junk food.  Junk food tidak hanya diproduksi oleh restoran-restoran cepat saji saja, saat ini pengolahan junk food juga dilakukan oleh para ibu rumah tangga . Banyak ibu rumah tangga yang seringkali memilih memasak makanan cepat saji untuk anak mereka karena praktis dalam penyajianya dan anak-anak suka rasanya. Contohnya saja : gorengan, mie instan, jeroan dan daging berlemak, daging olahan, makanan yang dipanggang, makanan kaleng, olahan keju dan masi banyak lagi lainya.
Merebaknya fenomena junk food belakangan ini tidak lepas dari beredarnya iklan-iklan yang menawarkan berbagai macam olahan junk food dimasyarakat. Para produsen junk food berbondong-bondong mempromosikan produknya diberbagai media masa baik di media elektronik ataupun media cetak. Mereka menampilkan gambar yang menggiurkan sehingga masyarakat tertarik serta penasaran dengan prodak junk food yang diiklankan. Namun tak selamanya yang enak itu sehat, dan tak selamanya praktis itu sehat. Memperhatikan kandungan gizi makanan sangatlah penting, karena akan berdampak langsung pada kesehatan tubuh kita.
Kandungan paling banyak di dalam junk food adalah lemak. Lemak sebenarnya juga bermanfaat untuk tubuh. Lemak adalah media pelarut vitamin-vitamin yang larut dalam lemak; vitamin A,D, E, K, serta sumber asam lemak esensial yang harus di peroleh tubuh di dalam makanan (lihat lengkapnya dalam Misnadiarly, 2007. Obesitas Sebagai Faktor Resiko Beberapa Penyakit).
Banyak sekali gangguan kesehatan yang megancam jika kita mengkonsumsi lemak secara berlebihan. Mulai dari obesitas, stroke, kanker, dan masih banyak yang lainya. Selain lemak, junk food juga mengandung zat-zat lain diantaranya sodium, saturated fat, kolesterol, pengawet, dan gula. Namun tak menutup kemungkinan masih banyak lagi zat-zat tambahan lain di dalamnya seperti formalin, pewarna, borak dan asamsalisilat. Zat-zat tersebut juga tidak kalah berbahayanya dengan lemak jika dikonsumsi terlalu berlebihan.
Pada dasarnya makanan-makanan yang dituding junk food bukanlah makanan yang benar-benar buruk. Jika dikonsumsi secara benar dan mengolahnya dengan cara yang benar pula, makanan-makanan tersebut tidaklah berbahaya untuk tubuh. Sayangnya, banyak orang yang  mengkonsumsi junk food secara berlebihan dan dengan pengolahan yang kurang tepat, sehingga menimbulkan dampak kurang baik untuk kesehatan.
Kembali lagi, semua pilihan tentang makanan tergantung pada kesadaran konsumen itu sendiri. Banyak makanan yang menyehatkan dan banyak juga makanan yang merugikan kesehatan. Bersikap cerdas dalam memilih dan mengkonsumsi makanan sangatlah penting. Tidak hanya tentang rasa dan kepraktisan, namun harus memeperhatikan nilai gizi dan dampaknya untuk kesehatan. Karena kesehatan mahal harganya.
Memang tidaklah mudah mengembangkan pola hidup sehat saat ini, mengingat kebanyakan bahan makanan telah terkontaminasi zat-zat berbahaya di dalamnya. Semua orang mendambakan makanan yang praktis,enak dan sehat. Namun apakah semua yang praktis bisa sehat? Dan apakah semua yang sehat bisa praktis?  Dan apakah yang enak itu tak selamanya sehat?

2.      Junk Food Dalam Kehidupan Sehari-hari.
Tidak hanya Amerika Serikat dan negara-negara di benua Eropa yang keseharian masyarakatnya gemar mengkonsumsi junk food. Negara berkembang seperti Indonesia pun juga tak luput dari “jajahan” jenis makanan ini. Masyarakat Indonesia mendambakan kehidupan yang serba instan dan serba praktis. Sebenarnya Indonesia belum sepenuhnya menjadi negara industry seperti Amerika Serikat, dan kehidupan masyarakat Indonesia masih banyak yang berpola masyarakat Agraris. Namun gempuran ilkan dari produk-produk junk food terus merebak hari demi hari, sehingga mau tak mau pola konsumsi masyarakat pun ikut berubah. Contohnya saja, jika dulu seorang Ibu harus bangun sekitar pukul 04.00 pagi untuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menanak nasi dan menyiapkan lauk pauk yang sedemikian rupa sehingga membutuhkan waktu yang relative lama. Kini para Ibu rumah tangga tidak perlu bangun sepagi itu. Para Ibu cukup menyiapkan waktu tidak kurang dari 30 menit untuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Nasi diganti sereal, mie instan atau roti, jika anaknya menginginkan susu, para ibu pun tinggal membuka kulkas dan menuangkan susu dari kemasan ke gelas anaknya. Jika ayah ingin kopi pun juga sangat mudah, tinggal tuangkan air panas dari dispenser kemudian sobek sebungkus kopi torabika full cream lalu masukan ke cangkir, dan kopi siap disajikan.
Banyak sekali produk yang menawarkan kepraktisan dalam penyajianya. Mulai dari susu instan, mie instan, makanan kaleng, sereal, jus dalam kemasan, nugget siap saji, dan masih banyak lagi lainya. Produk-produk tersebut terus menjajah dan melalangbuna dikehidupan masyarakat Indonesia.
Makanan-makanan istan tersebut tentunya juga memiliki dampak yang kurang baik jika dikonsumsi terus menerus. Makanan istan dapat bertahan berbulan-bulan dengan keadaan tetap baik. Jelas sekali banyak bahan pegawet yang terdapat di dalam makanan tersebut. Selain itu agar warna makanan tetap cantik, juga ditambahkan pewarna makanan di dalamya. Tentu semua itu syah-syah saja, jika penggunaanya tidak terlalu banyak. Namun jika kita terus-menerus membudayakan mengkonsumsi makanan yang serba instan, maka bahan-bahan berbahaya yang terkandung di dalamnya lama kelamaan akan menumpuk di dalam tubuh dan akan menjadi penyakit dikemudian hari. Tentu kita sebagai konsumen tidak menginginkanya.

3.      Makanan Apa Saja Yang Termasuk Dalam Kategori Junk Food
Setiap makanan yang minim gizi dan lebih banyak merugikan tubuh adalah kategori Junk Food. Ada sepuluh jenis makanan yang dicap Junk Food oleh WHO (lihat anekakuliner.com, 2013).
   Pertama adalah gorengan. Di Indonesia gorengan adalah makanan paling “dicintai” masyarakat. Gorengan di Indonesia banyak sekali jenisnya, mulai dari tempe goreng, bakwan, krupuk, tahu petis, dan masih banyak sederet primadona gorengan lainya. Dibalik rasanya yang nikmat, gorengan menyimpan banyak resiko jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah yang berlebihan. Proses penggorengan membuat jumlah kalori dalam makanan meningkat. Didalam 1 sendok minyak mengandung 120 kalori dan juga 13.6 gram lemak (lihat anekakuliner.com, 2013), selain itu didalam minyak panas, banyak kandungan-kandungan nutrisi yang menurun, contohnya saja vitamin E, beta-carotene, dan vitamin A.
     Kedua adalah makanan cepat saji (fast food). Dalam makanan cepat saji banyak mengandung garam, rendah vitamin dan mineral. Beberapa jenis makanan cepat saji banyak mengandung lemak dan kolesterol, contohnya saja humbugger dan pizza. Kandungan garam yang terlalu tinggi dapat menyebankan hipertensi, penyakit stroke, penyakit ginjal, dan penyakit jantung.
      Ketiga adalah jeroan dan daging berlemak. Jelas sekali, jeroan dan daging berlemak tinggi kolesterol dan “kayaraya” unsur lemak. Tentu sudah jelas apa yang akan terjadi jika makanan ini terlalu sering dikonsumsi.
    Keempat adalah asinan. Di dalam asinan banyak mengandung garam. Selain itu dalam proses pengasinan seringkali ditambahkan ammonium nitrit. zat ini menimbulkan resiko kanker hidung dan tenggorokan.
      Kelima adalah daging olahan. Contohnya adalah baso, daging ham, nugget, cornet, dan lainya. Daging olahan mengandung garam, pewarna, dan pengawet buatan.
     Keenam adalah makanan yang dipanggang. Contohnya seperti steak, daging ham pada hambugger panggang, dan BBQ. Proses pemanggangan dapat memicu zat kasinogen dalam makanan yang di panggang.
      Ketujuh adalah sajian manis beku, seperti ice cream, dan frozen cake. Makanan-makanan kegemaran para wanita ini memiliki kadar mentega yang tinggi  sehingga seringkali memicu obesitas.
     Kedelapan adalah manisan kering. di dalam manisan kering terdapat garam nitrat, manisan kering akan bergabung dengan amonium di dalam tubuh dan menghasilkan zat karsiogenik yang akan merusak organ-organ tubuh, terutama hati. Makanan ini juga akan mengakibatkan tekanan darah tinggi dan kerusakan ginjal (lihat anekakuliner.com, 2013).

     Kesembilan adalah makanan kaleng. Banyak sekali farina makanan kaleng, mulai dari sarden, buah keleng, daging sapi kaleng, bumbu kaleng, jamur kaleng, dan masih banyak lainya. Menurut saya makanan kalenglah yang paling berbahaya, kerena didalamnya terkandung pengawet, pada buah kaleng tentu banyak mengandung gula, pada daging/sarden kaleng banyak mengandung garam, pewarna buatan, dan penyedap makanan. Tentu semua mempunyai resiko.

      Kesepuluh adalah olahan keju, contohnya adalah wippcream keju. Jika terlalu banyak mengkonsumsi keju akan memicu obesitas yang kemudian menaikan kadar gula darah dalam tubuh. Selain itu keju juga memiliki kadar lemak yang tinggi, serta beberapa olahan keju menambahkan gula dalam jumlah yang lumayan banyak. Contohnya cheese cake, cheese pie.
4.      Bahan-Bahan Berbahaya Dalam Junk Food dan Penyakit Yang Ditimbulkan.
Dibalik rasanya yang nikmat dan penampilanya yang menggoda perut serta lidah para penikmat kuliner, Junk Food memiliki segudang kandungan-kandungan berbahaya, yang tentunya menimbulkan banyak penyakit yang mengancam. Kandungan-kandungan yang terdapat didalam Junk Food diantaranya adalah sodium, Saturated fat (lemak jenuh), Kolesterol, Gula, formalin, rhodamin B & metanil yellow.
Sodium merupakan bagian dari garam yang banyak ditemukan pada makanan dan minuman kemasan. Sodium banyak terdapat pada kentang goreng, burger, spagheti, pizza, ayam goreng, mie instan, dan keripik kentang. Kadar sodium yang dikonsumsi tidak boleh berlebihan. Terlalu banyak mengkonsumsi sodium akan menimbukan tekanan darah tinggi sehingga memicu penyakit gangguan ginjal, stroke, dan penakit jantung.
Saturated fat (lemak jenuh).Mengkonsumsi junk food secara berlebihan dapat memicu kanker, terutama kanker usus dan payudara. Karena di dalam junk food terdapat banyak saturated sat yang dapat merangsang hati memproduksi kolesterol. Lemak dari daging, susu, dan produk olahan susu adalah sumber utama saturated fat.
Kolesterol. Pada dasarnya tubuh manusia secara otomatis dapat memproduksi kolesterol dengan sendirinya. Sehingga tidak perlu adanya penambahan kolesterol. Kolesterol banyak terdapat pada daging, telur, mentega, susuu, keju. Dalam jumlah yang banyak, kolesterol dapat menutup saluran darah dan oksigen yang mengalir keseluruh tubuh. Hal ini sangat membahayakan, apabila aliran darah dan oksigen yang masuk keotak menjadi tersumbat. Tersumbatnya aliran oksigen dan darah keotak dapat menimbulkan penyakit stroke.
Gula, terutama gula buatan tidak baik efeknya untuk kesehatan karena dapat memicu penyakit diabetes, kerusakan gigi, dan obesitas. Minuman karbonasi mengandung banyak gula. Dalam satu kaleng menuman bersoda biasanya terdapat Sembilan sendok the gula. Padahal kebutuhan gula oleh tubuh tidak boleh lebih dari empat sendok teh per harinya. Banyangkan apabila kita rutin meminum minuman bersoda, gula akan terus menerus menumpuk di dalam tubuh. Dan ancaman penyakit-penyakit diatas sudah menanti.
Tambahan zat zat lain seperti formali, rhodamin B & metanil yellow. Dalam kehidupan masyarakat formalin digunakan untuk obat antiparasit, dan pengawet mayat serta bunga-bungaan. Namun oleh oknum-oknum nakal formalin digunakan untuk bahan pengawet makanan. Formalin dikenal sebagai zat beracun, karsinogen (penyebab kanker), mutagen (penyeban perubahan sel,jaringan tubuh), korosif dan iritatif. Rhodamin B & Metanil Yellow adalah pewarna yang biasanya digunakan untuk industry plastic. Namun dewasa ini seringkali digunakan juga untuk pewarna makanan. Rhodamin B & Metanil Yellow biasanya digunakan untuk mewarnai makanan seperti kerupuk, macaroni goreng, cendol, dan manisan. Kelebihan zat ini bisa menyebakan kanker, keracunan, iritasi paru-paru, mata, tenggorokan. Hidung dan usus.



5.      Cara Konsumsi Junk Food Yang Tetap Memperhatikan Kesehatan
Pada dasarnya junk food tetap memiliki kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh. Misalnya saja es krim banyak mengandung kalium yang baik untuk tulang, Hambugger mengandung karbohidrat didalam roti dan protein didaging panggangnya serta vitamin dan mineral dari sayuran.
Tidak semata-mata semua bahan makanan yang dicap junk food selamanya buruk untuk kesehatan. Denagn pengolahan yang benar serta takaran bahan yang benar pun makanan yang di cap junk food juga menyehatkan. Selain itu para konsumen juga harus memperhatikan pola konsumsinya, segala sesuatu yang berlebihan tentu akan ada dampaknya untuk kesehatan, begitu juga pada makanan.
Dalam mengolah makanan olahan daging seperti daging ham dan steak, sebaiknya menggunkan teknik memanggang. Bukan memanggang diatas bara atau arang melainkan memanggang menggunakan oven, karena jika kita memanggang menggunakan bara atau arang dapat memicu munculnya zat kaksinogen pada daging yang kita olah. Selain itu tambahkanlah sayuran lebih banyak sebagai asupan serat dan vitamin pendamping daging.
Saat ini merebak minuman milkshake fload, coffe fload, cola fload dan lain sebagainya. Ingatlah bahwa fload mengandung banyak lemak. Sebaiknya belilah minuman tanpa embel-embel fload. Jika makan fried chicken sebaiknya buanglah kulitnya, kulit ayam apalagi kulit ayam ras merupakan sumber lemak jenuh.
Ingin makan french fries? Ingatlah, selalu pesan salad sebagai pelengkap, agar asupan serat tetap ada. Salad adalah salah satu makanan yang sehat karena berasal dari sayur-sayuran dan buah-buahan mentah, sehingga nilai gizi dan seratnya masih sangat tinggi.
Gunakan minyak sehat untuk menggoreng nugget atau gorengan lain. Contoh dari minyak yang sehat adalah minyak sayur, minyak zaitun, dan  minyak kelapa sawit yang melalui berkali-kali tahap penyaringan. Minyak goreng tidak boleh digunakan lebih dari 3kali  proses penggorengan. Namun ada beberapa ahli yang berpendapat bahwa minyak goreng boleh digunakan lebih dari 3 kali asalkan tidak digunakan dalam suhu yang tiggi (lihat Detikhealt.  2013, 28 Mei)
Perbanyak minum air putih serta olahraga yang teratur. Air merupakan zat pelarut yang paling efektif untuk tubuh. Dan olahraga adalah cara terbaik untuk menjaga kebugaran tubuh kita.

Kesimpulan
Memperhatikan asupan makanan dalam tubuh sangatlah penting. Kita harus lebih selektif dalam  memilih makanan yang akan kita konsumsi. Tidak hanya memperhatikan kepraktisanya dan rasa saja, kita juga harus berpikir tentang nilai gizi yang terkandung di dalamnya. Karena tidak semua makanan yang kita konsumsi berdampak baik bagi kesehatan. Selain itu proses pengolahan bahan makanan juga berperan penting dalam menentukan kualitas suatu makanan. Jika pemilihan bahan dan pengolahan makananya benar serta kandungan gizinya mencukupi kebutuhan tubuh, maka dapat dikatakan makanan tersebut adalah makanan yang baik. Lain halnya jika suatu makanan memiliki nilai mudarat yang lebih besar ketimbang nilai kebaiknya maka dapat dikatakan makanan tersebut adalah makanan yang buruk atau saat ini biasa disebut Junk Food.

Daftar Pustaka
Wulan, Renny  S. 2008. Bahaya Makanan Cepat Saji dan Gaya Hidup Sehat. Yogyakarta: Penerbit O².
Misnadiarly. 2007. Obesitas Sebagai Faktor Resiko Beberapa Penyakit. Jakarta: Pustaka Obor Populer.
Referensi Media Massa

Wikipedia. 2013, 11 September. Pencernaan. Diperoleh 6 November 2013, dari http://id.wikipedia.org/wiki/Pencernaan.
Aneka Kuliner. 2013. Sepuluh Makanan Sampah Yang Perlu Dihindari. Diperoleh 6 November 2013, dari http://anekakuliner.com/resep/resep-khas-daerah/10-makanan-sampah-yang-perlu-dihindari.html.
Detikhealt. 2013, 28 Mei. Hati-hati, Ada Kandungan Lemak Tinggi dalam Gorengan yang Renyahnya Enak!. Diperoleh 6 November 2013, dari http://food.detik.com/?
Detikfood. 2013, 28 Mei. Minyak Goreng Bis Dipakai Lebih dari Tiga Kali. Diperoleh 6 Desember 2013, dari http://food.detik.com/read/2013/05/28/122529/2257826/900/minyak-gorengan-bisa-dipakai-lagi-sampai-tiga-kali.
Wikipedia. 2013, 7 April. Makanan Siap Saji. Diperoleh 6 Desember 2013, dari http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan_siap_saji

2 komentar: