Minggu, 29 Desember 2013

Pornografi di Kalangan Remaja

Pornografi di Kalangan Remaja
Adidtia Ari Kuncoro
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Abstrak
Pornografi telah ada sejak 30.000 tahun yang lalu. Di masa paleolitikum, manusia telah memahat bagian buah dada besar dengan menggunakan kayu atau batu. Kemudian pada zaman Yunani dan Romawi kuno, telah ada patung-patung yang bertemakan homoseksualitas, dan juga yang menggambarkan hubungan seksualitas yang tidak wajar. Semakin jaman berkembang, pornografi telah menggurita dikalangan para remaja melalui gaya hidup, style, music hingga film. Kemajuan teknologi seringkali disalah gunakan oleh para remaja yang penasaran akan konten pornografi. Hingga saat ini pornografi dapat diakses melalui internet. Berbagai efek pornografi tidak membuat para konsumen pornografi merasa takut. Malah warnet-warnet yang membuka layanan jasa 24 jam saat ini sedang menjamur ditengah-tengah masyarakat. Jika kita ingin menghentikan fenomena ini seharusnya berbagai pihak dapat bekerjasama. Orang tua, guru, kepala sekolah, hingga polisi harus berintegrasi satu sama lain.
Kata Kunci: Pornografi, Remaja, Seksual.

Pendahuluan
Kemajuan teknologi saat ini sangat pesat mulai dari adanya handphone hingga komputer. Apalagi jika handphone dan komputer tersebut sudah dilengkapi dengan adanya akses internet, sehingga masyarakat dapat mengakses suatu informasi dengan cepat. Namun, seringkali media online ini disalah gunakan oleh remaja-remaja yang merasa penasaran dan ingin tahu akan konten-konte porno yang disediakan oleh penyedia jasa tersebut. Beberapa psikolog mengatakan bahwa internet adalah faktor utama yang mampu meledakkan industri pornografi dan membuat konsumennya kecanduan. Menurut sebuah penelitian, di seluruh dunia ada sekitar 26.000 situs porno. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah, dengan 1.500 situs porno baru setiap bulannya. Situs porno lokal saja tidak kurang dari 1100 buah.[1] Kecanduan pornografi dapat menimpa segala batasan umur, menular ke siapa saja, mulai dari ajakan teman hingga godaan dari e-mail yang memaksa kita untuk mengklik sebuah link dan menjebak kita untuk kecanduan materi pornografi seumur hidup. Di Indonesia saat ini sudah banyak remaja yang seks diluar nikah. Istilah “MBA” (married by accident)” adalah sebutan bagi pemuda-pemudi yang melakukan pernikahan karena pasangan perempuannya hamil. Istilah tersebut sangat popular di era 90-an hingga sekarang. Pada tahun 2001, Indonesia digemparkan oleh video porno yang berjudul “Bandung Lautan Asmara”. Yaitu video yang berisi tentang adegan hubungan seks sepasang mahasiswa yang berasal dari Bandung yang mencerminkan pola-pola hubungan anak muda di masa kini. Tingkah laku anak muda zaman sekarang sehingga berbuat seperti itu karena dipengaruhi oleh tayangan televisi, film, radio, dan internet. Tidak adanya sensor dan pengawasan terhadap lalu lintas materi pornografi di dunia maya dapat mempercepat penyebaran produk porno (gambar, video, suara) ke dalam jutaan ruang akses, baik warnet, kantor, lembaga pemerintahan, hingga sekolah-sekolah (SD, SMP, SMA), Meski tidak sepenuhnya disebabkan oleh media massa, namun suguhan berita serta tayangan yang mengusung tema seksualitas berikut derivasinya secara tak langsung telah memantik imajinasi publik tentang pornografi dan pornoaksi. Sebenarnya muda-mudi yang membuat video porno tersebut adalah mereka anak-anak muda yang kreatif, ekspresif dan menikmati kemerdekaannya di era reformasi. Hanya saja, mereka akhirnya menjadi korban atas ulahnya sendiri, yang mencampuradukkan kebebasan berekspresi dengan hubungan sekds yang seharusnya berada di wilayah tersembunyi dan rahasia, dan menjadi bulan-bulanan konsumsi publik. Malah, saat ini beberapa situs porno buatan lokal bersedia membayar sepasang muda-mudi untuk berhubungan seks, direkam lalu disebarluaskan. Karena itulah bisa dimengerti kenapa angka pemerkosaan terus meningkat belakangan ini. Setidaknya berita pemerkosaan yang terus saja berulang di berbagai daerah dengan beragam motifnya makin menguatkan sinyalemen itu. Ketika pornografi mempengaruhi cara berpikir dan bertindak, maka efek yang akan tumbuh dengan subur adalah “Freedom of Sex”, kebebasan berpikir, berekspresi, dan berbuat hal seksual dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Kriminalitas di bidang seks akan meledak; seks dengan anak-anak, perkosaan, penyiksaan terhadap diri sendiri, dan pasangan, hingga penggunaan seks sebagai ancaman, pemaksaan, dan pembunuhan. Pada kisaran satu dasawarsa silam saja, di Indonesia rata-rata terjadi 5 sampai 6 wanita diperkosa setiap harinya. Data ini saya dapat dari Jurnal yang dibuat oleh Asmuni Mth yang berjudul Islam dan Pornografi dan pornoaksi[2] Namun tidak menutup kemungkinan bahwa data ini bertambah secara drastis dewasa ini. Jika ini dibiarkan lebih lanjut maka bersiaplah untuk melihat para muda-mudi kita akan hancur masa depannya.
Pembahasan
Pornografi telah ada sejak 30.000 tahun yang lalu. Di masa paleolitikum, manusia telah memahat bagian buah dada besar dengan menggunakan kayu atau batu. Kemudian pada zaman Yunani dan Romawi kuno, telah ada patung-patung yang bertemakan homoseksualitas, dan juga yang menggambarkan hubungan seksualitas yang tidak wajar. Di India, pada abad ke-2 terbitlah buku tentang panduan seks yang menjadi acuan hingga saat ini, yaitu Kamasutra. Sementara, masyarakat kuno Perum Moche, menggunakan gambaran seksual dalam bentuk kerjainan keramik. Kaum aristokrat Jepang di abad ke-16, membaca bacaan erotis yang ditulis dalam bentuk lembaran kayu. Teknologi menjadi salah satu dalam pendorong pornografi, Pada 1839, Louis  Daguerre  menemukan daguerreotype yaitu versi primitif dari  fotografi. Media ini juga dimanfaatkan untuk pornografi. Karya 'jorok' pertama daguerreotype yang selamat dari jamannya  bertahun 1846. Seiring zaman yang semakin berkembang, saat ini masyarakat sudah dapat mengakses konten pornografi melalui berbagai media, dan saat ini pula berkali-kali kita mendengar berita tentang perkosaan terjadi karena pelaku mengaku terangsang saat dia melihat konten porno.Mungkin saja itu hanyalah sebuah alasan untuk mencari kambing hitam dan ‘pembenaran’ atas aksi criminal yang dilakukan oleh pelaku. Pornografi dikemas sedemikian rupa untuk merangsang syahwat bias menyebabkan orang-orang bertindak nekat. Apalagi setelah ditemukannya adanya korelasi antara tayangan pornografi dengan tindak kejahatan seksual. Namun, teknologi tidak dapat disalahkan dalam hal ini. Yang salah adalah penggunanya. Kebanyakan yang mengakses konten porno adalah remaja hal ini juga bisa disebabkan oleh semakin berkurang nilai nilai pendidikan moral di setiap jenjang pendidikan formal. Mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Pendidikan cenderung diarahkan kepada pencapaian kemampuan kognitif siswa saja . Sehingga remaja Indonesia sekarang ini sudah menuju diambang kebobrokan yang luar biasa. Mahasiswa juga termasuk dalam kata “pemuda” yang saya sebutkan diatas. Kenapa mahasiswa? Kehidupan mahasiswa lebih kompleks dibandingkan dengan kehidupan pada usia remaja. Para mahasiswa belajar untuk hidup bebas dan bertanggung jawab terhadap dirinya dan pasangannya. Tidak adanya pengawasan dari orangtua kepada mahasiswa di perantauan mengakibatkan banyaknya ancaman yang timbul dari lingkungannya sendiri dan lingkungan tempatnya beraktivitas. Selain itu, muda-mudi yang melakukan hubungan seksual biasanya didasari atas dasar suka sama suka. Meskipun ada pula muda-mudi yang melakukan aktivitas seksual Karena dipaksa oleh pasangan mereka.
Dr. Bryant berkomentar, “Pornografi dapat menghilangkan nilai moral dalam diri individu. Mengakibatkan kehilangan rasa percaya terhadap tuhan, melupakan keluarga, melupakan komitmen, melupakan cinta, dan melupakan ikatan pernikahan. Pornografi membentuk jiwa hedonisme, membuat segalanya boleh dilakukan!”
Para penonton dan penikmat konten pornografi tidak menyadari bahwa mereka telah di sugesti sehingga bisa menerima tayangan tersebut sebagai hal yang lumrah. Pornografi juga mencuci otak penontonnya agar melakukan tindakan kriminal. Seperti, kejahatan seksual, kekerasan seksual. Mereka tidak mengetahui bahwa efek menonton film porno dapat menyebabkan terganggunya 5 syaraf otak, ini lebih parah dibandingkan dengan kita mengkonsumsi narkoba yang menimbulkan terganggunya 3 syaraf otak.
Adre Mayza dan Ibu Elly Risman menjelaskan bahwa akibat dari pornografi pada otak anak adalah Bagian depan otak yang mengatur gerak dan perilaku akan menyusut. Bisa berpengaruh pada berkurangnya rasa tanggung jawab,Neuron transmitter  yakni bagian otak yang mengontrol pada kesenangan, bekerja berlebihan. Pada saat dewasa mereka akan berperilaku hanya berdasarkan kesenangan saja, sehingga tidak dapat mengontrol dirinya.Ketidakmampuan mengontrol batasan perilaku, akibatnya kecendrungan untuk mudah depresi lebih besar,Saat dewasa anak-anak yang biasa menyaksikan pornografi hanya memandang wanita sebagai objek seksual saja, Ada kemungkinan melakukan kekerasan seksual dan phedophilia. [3]
Anak-anak memiliki resiko kematian yang tinggi terhadap perilaku kekerasan seksual jika dibandingkan dengan orang dewasa. Mereka belum bisa menjaga diri sendiri dan mudah terbujuk oleh orang-orang terdekatnya.
Kelainan seksual ringan terjadi pada penderita yang ketagihan bermasturbasi. Seseorang akan melakukan masturbasi berulang-ulang dengan menggunakan imajinasi gambar atau film, dan kelak akan mencoba mencari kepuasan yang lebih dengan berbagai fantasi menyimpang (perkosaan, phedophilia, penyiksaan). Orgasme yang dialami akan menghasilkan fantasi baru yang berlebih atau keinginan berbuat secara nyata. Masturbasi yang menyimpang dapat membuat seseorang memiliki sifat anti sosial, kehilangan rasa cinta, dan berusaha mewujudkan angan-angannya yang paling gelap. Jadi masturbasi merupakan awal langkah dari penyimpangan seksual dan kejahatan seksual lainnya.
Remaja saat ini juga telah berani pergi ke tempat-tempat hiburan malam yang notabene adalah tempat yang dikhususkan untuk kaum yang sudah “Dewasa” yang didalamnya teerdapat acara striptease, pole dance. Kadang ada diantara mereka hanya untuk menghilangkan rasa penasaran dan ada juga yang memang datang rutin kesana.
Warnet adalah tempat yang sering dikunjungi oleh para pelajar dan mahasiswa untuk mengakses situs-situs porno. Uniknya, mereka rata-rata menghabiskan waktu 1-2 jam perhari untuk mengakses situs-situs porno. Tarif yang murah membuat mereka memilih warnet sebagai tempat mengakses konten porno tersebut. Namun, para pelanggan warnet selalu mencari warnet yang berkualitas, memiliki bandwith besar, komputer cepat, dan kapasitas hardisk yang besar. Dengan begitu remaja leluasa men-download apa saja, mulai dari sekedar game hingga film-film porno. Warnet yang membuka jasa 24 jam menjadi tempat favorit bagi para penikmat konten porno. Mereka memilih men-download di malam hari dengan alasan kenyamanan dan akses yang lebih cepat. Namun, saat siang hari ada juga pelajar dan mahasiswa yang mengakses situs-situs porno secara diam-diam agar tidak diketahui oleh yang empunya warnet. Ada juga pelajar dan mahasiswa yang melakukan hubungan seksual di dalam bilik warnet. Namun jika mereka ketahuan sang empunya warnet mereka akan di bawa ke pihak berwajib. Tetapi ada juga pemilik warnet yang iseng memasang kamera keamanan untuk mengintip kegiatan seksual yang dilakukan mahasiswa dan pelajar di dalam bilik lalu di sebarkan ke internet.
Rekaman dengan kamera tersebut membuktikan bahwa betapa anak Indonesia begitu ceroboh melakukan berbagai macam aktivitas seks di sembarang tempat hingga muncul beberapa fenomena voyeurism yang dilakukan oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.
Sebagian besar rekaman video yang dibuat oleh sepasang kekasih atas dasar “mau sama mau”. Tidak ada tanda-tanda pemaksaan dari pasangannya. Hal itu menggambarkan bahwa sebenarnya pelaku pembuat film porno tersebut berada dalam keadaan senang ketika direkam. Namun, sebagian besar rekaman yang dilakukan atas kesepakatan bersama banyak menampilkan sisi wanita yang terlihat masih malu-malu ketika direkam. Mereka masih belum terbiasa direkam dan berhadapan dengan kamera.
Mahasiswa merupakan sasaran empuk untuk dijadikan sebagai pemeran film porno. Biasanya mereka yang menerima tawaran sebagai pemeran film porno lokal adalah mahasiswa yang sedang kesulitan uang. Memang zaman sekarang ini segala sesuatunya ditentukan oleh uang. Namun, setidaknya akal sehat kita seharusnya bias membedakan mana yang baik dan yang benar. Apa kata orang tua mereka jika mereka terkenal karena menjadi pemeran film porno? Pasti mereka akan shock. Akan tetapi, apakah kita masih bisa mampu bertahan bila godaan datang dari pacar kita? Dan mengajak berhubungan seks dan mendokumentasikannya dalam video berdurasi pendek?
Namun mahasiswa tidak memikirkan apa akibatnya jika mereka menerima tawaran tersebut, mereka akan dosa, di Drop Out oleh kampus, serta dikucilkan oleh masyarakat. Mereka hanya menikmati nikmat sesaat yang dihembuskan oleh iblis-iblis neraka yang ditugaskan memang untuk menggoda manusia untuk jatuh ke pihak iblis dan menemani iblis tersebut di neraka.


Ada juga beberapa efek yang timbul diakibatkan oleh pornografi menurut buku 500 gelombang video porno di Indonesia saya ubah seperlunya:
1.Efek Eskalasi.
Efek eskalasi adalah efek yang akan dialami oleh pecandu pornografi. Mereka tidak hanya menginginkan variasi posisi, tetapi juga kearah yang menyimpang seperti “Gang Bang” atau “Bestially”. Variasi tersebut awalnya dianggap jijik namun semakin tinggi kecanduan pornografi maka sekarang menjadi ‘barang favorit’ yang banyak dicari oleh konsumen pornografi. Di Indonesia juga ditemukan banyak kasus yaitu suami memiliki perilaku seks yang aneh yakni lebih senang bermasturbasi ketimbang berhubungan seksual dengan istrinya.
2.Efek Globalisasi
Media massa ikut serta dalam mengembangkan materi pornografi. Akses terhadap pornografi pun dapat dilakukan secara terang-terangan. Inilah yang disebut efek globalisasi. Dalam tahapan ini, materi pornografi meledak di pasaran. Mulai dari anak-anak hingga remaja bebas mendapatkan konten pornografi tanpa ada hukum mengatur. Pornografi seakan menjadi kebutuhan para anak-anak muda. Pornografi akan masuk dengan mudahnya lewat gaya hidup. Style, fashion, musik, dan film. Berpakaian seksi adalah kewajibandan berbagai hal yang mengeksploitasi keindahan jasmani menjadi suatu tontonan belaka, seks menjadi hiburan. Dengan demikian, penyimpangan seksual akan dianggap sebagai suatu variasi saja.

Pornografi tidak akan pernah lepas dari eksploitasi seks yang terlampau tinggi yang tentunya tidaklah sesuai dengan norma kebudayaan kita yang justru menjunjung seksualitas pada taraf yang santun. Santun pun tidak dimaksudkan sebagai fase dimana kita tidak boleh membicarakannya atau membuat hal tersebut tabu untuk diketahui secara sehat. Pornografi juga menempatkan seks sebagai ajang merangsang hasrat seksualitas secara langsung dan terang-terangan sehingga tidak salalah jika label vulgar ada pada pornografi. Karena kevulgarannya itulah maka pornografi merupakan tindakan amoral yang menempatkan seks pada tingkat yang terlampau yang tinggi sehingga terjadi pembalikan hierarki nilai-nilai manusiawi. Kita tidak bisa tinggal diam dan menyaksikan generasi penerus bangsa ini berada moral yang terus merosot karena dampak negatif pornografi. Seperti yang kita tahu bersama bahwa hal ini sudah demikian nyata hadir dalam kehidupan kita dan tentunya amatlah miris jika mereka yang belum cukup umur dan pengetahuan terjebak dalam ketergantungan dan melakukan penyalahgunaan hal tersebut. Dari sisi manapun penyalahgunaan video ataupun bacaan dewasa tidaklah dibenarkan bagi mereka yang belum cukup umur maupun tidak cukup pengetahuan akan apa itu seksualitas. Data ini saya dapat dari blog http://angghiieroots.blogspot.com/2012/12/pornografi-di-kalangan-remaja.html

Islam membahas pornografi dan pornoaksi hanya sebagai bagian dari kebutuhan naluriah sebagai bandingan terbalik dari kebutuhan fisik. Kedua kebutuhan ini memang perlu untuk dipenuhi. Namun, keduanya berbeda. Kebutuhan fisiklah yang harus dipenuhi terlebih dahulu dan jika tidak terpenuhi maka akan menyebabkan seseorang sakit hingga kematian. Contoh: makan dan minum. Sedangkan kebutuhan naluriah tidak mutlak dipenuhi sebab kebutuhan jenis ini datang akibat faktor eksternal. Tuntutan pemenuhan kebutuhan naluriah dapat dialihkan pada hal-hal lain. Dorongan seksual termasuk dalam kategori kebutuhan jenis ini.[4]

Sebenarnya kita dapat mencegah para pemuda untuk berhenti membuat video porno. Pertama, kita harus menanamkan pemikiran bahwa seks itu candu. Sekali mencoba akan ketagihan seumur hidup. Akibat negatifnya adalah hamil diluar nikah kehilangan masa depan. Berpikirlah ribuan kali sebelum melakukannya. Jangan biarkan masa depan hilang hanya karena mengejar kenikmatan selama beberapa menit.

Lalu yang kedua adalah pornografi internet adalah candu. Ketika anda merasa tergantung dan harus mengakses situs pornografi setiap hari, anda sudah sampai kepada tahap kecanduan. Segeralah periksa diri anda ke psikiater. Jika dibiarkan, anda akan mencapai tahap kegilaan yang tidak disadari memaksa anda untuk menjadi pelaku kejahatan.

Yang ketiga adalah sebisa mungkin mengurangi hobi membaca dan menonton materi pornografi.
Walaupun sulit, di zaman serba liberal ini, anda harus bisa melakukannya. Kecanduan pornografi setara dengan kecanduan obat terlarang. Jika anda tidak bisa melawannya, anda akan diperbudak oleh pornografi itu sendiri.

Lalu, mungkin ini adalah hal yang paling sulit dilakukan. Yaitu, kita menganggap pacar adalah kekasih yang harus dijaga. Jangan korbankan pacar kita demi kesenangan dan keisengan semata. Mereka adalah manusia, bukan sekedar objek seks. Mereka patut dijaga dan diingatkan untuk tidak mengeksploitasi seksualitas.

Pilihlah kawan yang benar. Kawan yang salah adalah kawan yang berusaha menjebak kita untuk menjadi korban selanjutnya. Jangan bermain api dengan orang-orang yang bermasalah. Para pecandu pornografi selalu mencari teman untuk membenarkan segala hal yang dilakukannya. Carilah kawan yang mengingatkan kita jika kita melakukan perbuatan yang salah.

Berhati-hatilah menggunakan teknologi terkini. Jangan gunakan handphone dan handycam untuk membuat film-film porno. Peralatan anda layaknya sebuah senjata pembunuh. Keisengan anda dapat membunuh masa depan anda. Saat ini penyebaran materi pornografi paling cepat melalui lalu lintas internet.

Jangan lupa pula untuk lebih dekat orang tua.Orangtua adalah penolong utama. Bagaimanapun juga orangtua adalah tempat pertama meminta tolong. Jangan abaikan mereka karena sesungguhnya mereka begitu mencintai anda.[5]

Yang paling utama adalah dekatkan diri dengan Tuhan. bertaubatlah kepada Allah. Mintalah pengampunan dari- Nya, dan lakukanlah amal baik sebagai pengganti amal buruk tersebut. Dia Maha Pengampun selama kamu bersungguh-sungguh dalam bertaubat.

Dan jangan lupa juga untuk mencari kegiatan positif. Ikutilah kegiatan-kegiatan positif yang ada disekolah atau yang ada di sekitar rumahmu. Itu dapat membuat kamu akan lupa dengan hal-hal yang berbau pornografi.


Kesimpulan
Pornografi diartikan sebagai tulisan, gambar/rekaman tentang seksualitas yang tidak bermoral, menonjolkan seksualitas secara eksplisit terang-terangan dengan maksud utama membangkitkan gairah seksual orang yang melihat atau membacanya, Kecanduan pornografi adalah perilaku berulang untuk melihat hal-hal yang merangsang nafsu seksual, dapat merusak kesehatan otak dan kehidupan seseorang, serta pecandu pornografi tidak sanggup menghentikannya. Pornografi, terutama pada anak usia SD, dapat menyebabkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada Pre Frontal Corteks (bagian otak yang tepat berada di belakang dahi). Sedangkan kecanduan narkoba hanya menyebabkan kerusakan pada tiga bagian otak. Kerusakan bagian otak ini akan membuat perkembangan belajar anak menurun, , anak tidak bisa membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls. Bagian inilah yang membedakan manusia dengan binatang.


Daftar Pustaka

Angghiie Blues. 2012. Pornografi di kalangan remaja. Diunduh di

http://angghiieroots.blogspot.com/2012/12/pornografi-di-kalangan-remaja.html pada 26 Oktober 2013.


Asmuni Mth . 2006.  Islam dan pornografi dan pornoaksi (Menakar Solusi Perspektif Hukum         Islam). 10(5): 10-12

Sony Set. 2007. 500 Gelombang Video Porno di Indonesia. Yogyakarta: ANDI.

 

 





[1]Dikutip langsung dari jurnal ISLAM DAN PORNOGRAFI-PORNOAKSI (Menakar Solusi Perspektif Hukum Islam)
 Ditulis oleh Asmuni Mth namun beliau mengutip lagi dari Republika, 26/01/2006
[2]Dikutip langsung dari jurnal ISLAM DAN PORNOGRAFI-PORNOAKSI (Menakar Solusi Perspektif Hukum Islam)
 Ditulis oleh Asmuni Mth namun beliau mengutip lagi dari Republika, 29/5/1994.
[3] Dikutip langsung dari buku 500 Gelombang Video Porno di Indonesia (2007), Sony Set.
[4] Dikutip langsung dari Darsim Ermaya IF, 2006
[5] Dikutip langsung dari buku 500 Gelombang video porno di Indonesia (2007) Sony Set halaman 172-174.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar