Senin, 30 Desember 2013

Ekonomi Pembangunan Terhadap Pengangguran di Indonesia


Oleh    : Insan Akbar Hakiki
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang

ABSTRAK
Pengangguran adalah sebuah kondisi dimana seseorang tidak memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di negara berkembang pengangguran adalah masalah yang masih membelenggu. Termasuk Negara kita Indonesia. Banyak orang-orang yang menjadi pengangguran  dikarenakan kurangnya lapangan pekerjaan dan kurangnya bekal ilmu yang mereka miliki. Minimnya ilmu yang mereka miliki membuat sumber daya manusia yang ada menjadi kurang berkualitas, sedangkan perusahaan perusahaan besar membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas tentunya. Masalah pengangguran tersebut tidak bisa kita anggap sepele karena dapat membawa dampak negatif yang sangat beragam. Seperti contoh maraknya tindakan kriminal. Peran pemerintah dalam hal ini sangat di perlukan. Untuk mengatasi pengangguran yang semakin lama semakin bertambah banyak.
Kata Kunci : pengangguran, dampak negatif, ekonomi pembangunan
Pendahuluan
Pengangguran adalah sebuah istilah untuk orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaansama sekali, sedang mencari pekerjaan, atau orang yang bekerja selama kurang dari dua hari selama seminggu. Pengangguran terjadi karena jumlah angkatan kerja lebih banyak dari pada jumlah lapangan kerja yang tersedia. Masalah pengangguran umumnya terjadi pada negara-negara berkembang, seperti negara kita Indonesia. Dalam pembangunan ekonomi masalah pengangguran merupakan masalah yang sangat rumit, karena jika pengangguran meningkat maka kualitas sumber daya manusia akan menurun dan jika sumber daya manusia menurun maka pendapatan perkapital juga akan menurun, sehingga akan mempengaruhi perekonomian Indonesia itu sendiri. Jika dibiarkan terus-menerus maka masalah tersebut akan menjadi lebih serius. Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini.
Jika pemerintah tidak bertindak cepat maka akan terjadi dampak negatif yang saat ini sudah mulai terlihat, seperti banyaknya anak jalanan, tindakan-tindakan kriminal yang semakin lama-semakin banyak dan semakin brutal, penjualan manusia ke negara-negara lain. Jika keadaan ini terus dibiarkan maka tidak dapat kita pungkiri lagi dampak-dampak tersebut akan menjadi lebih serius lagi.
Dalam meningkatkan ekonomi pembangunan pemerintah harus meningkatkan pendapatan perkapital, tetapi saat ini pendapatan perkapital negara kita masih bisa dibilang rendah. Rendahnya pendapatan perkapital tersebut dikarenakan banyaknya pengangguran yang terjadi. Untuk itu pemeritah harus melakukan perbaikan.
Yang dimagsud dengan perbaikan itu sendiri adalah Peningkatan jumlah ketenagakerjaan yang bekerja dan menurunnya jumlah pengangguran. Seperti contoh pada taun 2010 jumlah angkatan kerja yang semula 116 juta naik menjadi 118,26 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya tahun 2009.
Sebenarnya tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang. (lihat pada id.wikipedia.org)
Pengertian Pengangguran
Kita sering mendengar kata pengangguran, tapi apakah kita tau apa itu arti pengangguran yang sebenarnya? Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya.
Seperti halnya hal-hal lain pengangguran juga di golongkan menjadi beberapa jenis seperti :  a) Pengangguran Ketidakcakapan Pengangguran ketidak  cakapan adalah pengangguran yang terjadi karena seseorang mempunyai cacat fisik atau jasmani, sehingga dalam dunia perusahaan mereka sulit untuk diterima menjadi pekerja/karyawan, b)  Pengangguran tak kentara atau pengangguran terselubung (disguised unemployment/invisible unemployment) adalah pengangguran yang terjadi apabila para pekerja telah menggunakan waktu kerjanya secara penuh dalam suatu pekerjaan, tetapi dapat ditarik ke sektor lain tanpa mengurangi outputnya, c)  Pengangguran kentara atau pengangguran terbuka (visible unemployment) adalah pengangguran yang timbul karena kurangnya kesempatan kerja atau tidak adanya lapangan pekerjaan. (lihat pada ssbelajar.blogspot.com)
Banyak hal yang menyebabkan banyaknya pengangguran di negara ini,  Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencatat bahwa jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia per 31 Mei berjumlah 45.981 jiwa. Jumlah TKA tertinggi menurut propinsi berada di Propinsi DKI Jakarta, sejumlah 28.663 jiwa .TKA dengan jumlah tertinggi berasal dari RRC sejumlah 8.620 jiwa dan diikuti TKA Jepang sejumlah 5.295 jiwa (Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, 2010). Survey yang dilakukan Bank Indonesia terhadap TKA menunjukkan lbahwa banyak TKA tersebut yang mendapat gaji dan fasilitas lebih baik daripada tenaga kerja lokal (lihat Yudanto, 2009).
Dari hasil survey terhadap 365 orang TKA, didapatkan hasil bahwa persentase TKA yang mendapat gaji lebih dari Rp. 25 juta sampai Rp. 50 juta dengan pendidikan setingkat SMA adalah sebesar 20% dari responden lulusan SMA, tingkat pendidikan setingkat S1 sebesar 15% dari responden lulusan S1, serta TKA dengan tingkat pendidikan setingkat S2 dan S3 sebesar 20% dari responden lulusan S2 dan S3. Dari sisi industri, terdapat permasalahan berupa pemenuhan kebutuhan tenaga kerja. tenaga kerja atau karyawan merupakan hal vital bagi industri.
Jika industri kekurangan tenaga kerja, maka dampaknya akan sangat besar. Permasalahan yang biasanya terjadi adalah, kebutuhan tenaga kerja tidak terpenuhi dalam. Seperti diketahui, biaya untuk merekrut tenaga kerja baru cukup tinggi (Willette, 2010). Biaya dalam hal ini bisa juga diartikan dalam kerugian yang akan dialami industri. Biaya tersebut, antara lain : a) Beban kerja. Ketika ada karyawan yang mengundurkan diri, maka akan ada pekerjaan karyawan tersebut yang ditinggalkan dan harus ditangani oleh karyawan yang lain. Karyawan yang mendapatkan pekerjaan tambahan pastinya akan menuntut tambahan insentif. Insentif bisa berupa insentif lembur atau insentif tambahan pekerjaan. Hal ini membut perusahaan harus meneluarkan 2 kali gaji dan hal tersebut cukup merugikan, b) Tidak efisien waktu. Untuk melakukan seleksi karyawan baru, dibutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini akan membuat tidak efisien terhadap waktu. Waktu tersebut seharusnya bisa dialokasikan untuk sesuatu yang lebih produktif, c) Biaya iklan lowongan. Untuk mengiklankan informasi lowongan pekerjaan, dapat dilakukan melalui internet, pamflet, email, radio, televisi, koran, atau media lainnya.Untuk melakukannya, membutuhkan biaya yang cukup tinggi dan hal tersebut membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya yang tinggi, d) Hilangnya produktivitas. Jika ada karyawan yang mengundurkan diri, meninggalkan pekerjaan yang belum terselesaikan. Hal ini dapat mengurangi produktivitas kerja individu dan perusahaan, e) Biaya pewawancara pelamar. Untuk melakukan wawancara, perusahaan harus membayar pewawancara. Biaya untuk membayar pewawancara tidak murah. Jika perusahaan melakukan ini berkali-kali, maka biayanya akan semakin tinggi.(lihat heavenoflight.blogspot.com)
Ada beberapa sebab langsung terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yaitu : 1) Pemutusan Hubungan Kerja, 2) kelangkaan lapangan kerja, 3) Pemulangan TKI ke Indonesia, 4) Rasionalisasi kariawan.  Selain itu pengangguran pada umumnya disebabkan karena tidak seimbangnya antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
            Pada tanggal 17 0ktober kemarin, komunitas Global baru saja merayakan hari anti kemiskinan sedunia. Tetapi di negeri ini masalah kemiskinan bukanlah hal yang luar biasa. Sejak jaman nenek moyang kita predikat negara miskin masih saja melekat pada negeri ini. Keadaan ini sangat berbanding terbalik dengan kekayaan alam yang kita miliki. Mungkin karena negara kita terlalu kaya akan sumber daya alam yang melimpah menyebabkan ara investor asing kian berdatangan, kedatangan investor asing bukan malah membawa kebaikan malah justru membuat pengangguran semakin bertambah karena investor-investor asing lebih banyak mencari tenaga kerja yang berkulitas dan bermutu.
Dampak Pengangguran di Indonesia
Seperti yang kita tau pengangguran bukan hanya masalah yang sepele, masalah pengangguran juga bisa membawa dampak bagi kehidupan social di negara ini, dan dampak bagi perekonomian negara ini. Tentunya permasalahan ini akan membawa dampak yang buruk bagi kestabilan perekonomian Negara. Dan dampak-dampak negative lainnya diantaranya: a) Timbulnya kemiskinan. Dengan menganggur, tentunya seseorang tidak akan bisa memperoleh penghasilan. Bagaimana mungkin ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya, b) Makin beragamnya tindak pidana criminal. Seseorang pasti dituntut untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam hidupnya terutama makan untuk tetap bisa bertahan hidup. Namun seorang pengangguran dalam keadaan terdesak bisa saja melakukan tindakan criminal seperti mencuri, mencopet, jambret atau bahkan sampai membunuh demi mendapat sesuap nasi, c) Bertambahnya jumlah anak jalanan, pengemis, pengamen perdagangan anak dan sebagainya. Selain maraknya tindak pidana krimanal, akan bertambah pula para pengamen atau pengemis yang kadang kelakuannya mulai meresahkan warga. Karena mereka tak segan-segan mengancam para korban atau bisa melukai apabila tidak diberi uang, d) Terjadinya kekacauan sosial dan politik seperti terjadinya demonstrasi dan perebutan kekuasaan, e) Terganggunya kondisi psikis seseorang. Misalnya, terjadi pembunuhan akibat masalah ekonomi, terjadi pencurian dan perampokan akibat masalah ekonomi, rendahnya tingkat kesehatan dan gizi masyarakat, kasus anak-anak terkena busung lapar.
Selain itu Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional rill (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah dapipada pendapatan potensial (yang seharusnya) oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah. (lihat pada ekaagustianingsih.blogspot.com)
Selain masalah ekonomi, pengangguran juga akan berdampak pada kehidupan  social yang ada di negara ini, karena jika terjadi kesenjangan ekonomi maka bisa dimungkinkan bahwa akan terjadi kesenjangan social.
Upaya Menanggulangi Pengangguran
Masalah pengangguran memang sudah sepantasnya di tanggulangi, karena jika terus-terusan di biarkan maka masalah tersebut akan menjadi bumerang bagi negara kita sendiri. Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini, tetapi bukan hanya pemerintah saja. Kita sebagai warga negara yang baik harus ikut mendukung program yang dicanangkan oleh pemerintah tersebut.
Selain itu ada beberapa cara yang mungkin bisa dijadikan untuk menanggulangi masalah pengangguran antara lain : 1) pendidikan gratis bagi siswa yang kurang mampu, 2) pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih, 3) masyarakat dihimbau untuk bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri (wirausaha), 4) mendirikan tempat-tempat kursus kerajinan tangan, 5) sebagai langkah antisipasi pelajar Indonesia diharapkan diberi pendidikan non formal, sebagai bekal untuk masa depannya.
Lalu apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi pengangguran diindonesia? Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menargetkan penurunan angka pengangguran di Indonesia hingga kisaran 5,5 persen - 5,8 persen pada akhir tahun 2013.
Muhaimin menilai, target pengurangan angka pengangguran masih realistis dengan asumsi pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,8 persen - 7,2 persen. Satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan 350.000 kesempatan kerja.
"Kita akan berupaya membuka lapangan pekerjaan baru baik di bidang formal maupun informal," ucap Muhaimin seperti dilansir dari situs resmi sekertariat  kabinet di Jakarta, Minggu (30/6).
Salah satu solusi yang akan dilakukan pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran adalah dengan menggelar Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) di seluruh Indonesia. Dengan gerakan ini, Muhaimin pede angka pengangguran akan menjadi 5,1 persen pada 2014 mendatang.
"Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia semakin membaik dari tahun ke tahun, namun upaya untuk membuka lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran terus akan kita lakukan," katanya.
Muhaimin mengatakan terbatasnya kesempatan kerja baru serta tidak adanya link and match antara kompetensi yang dimiliki tenaga kerja dengan pasar kerja menjadi salah satu penyebab masalah tingginya tingkat pengangguran di negeri ini.
"Di sisi lain, di sektor formal, penciptaan lapangan kerja baru membutuhkan kehadiran investor untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya produktivitas kerja. Oleh karena itu, hubungan industrial yang kondusif dan harmonis menjadi syarat agar investor tertarik dan membuka investasi baru," papar Muhaimin.
Upaya lain yang akan dilakukan Muhaimin adalah melaksanakan program padat karya, pengembangan wirausaha produktif dan memperbanyak pelaksanaan bursa kerja (job fair)oleh pemerintah dan swasta. "Perlu upaya meningkatkan kualitas SDM dengan membangun kompetensi (skill, knowledge, attitude) tenaga kerja yang memiliki daya saing guna perluasan kesempatan kerja melalui wirausaha mandiri ," kata Muhaimin.
strategi lainnya yang akan dilakukan Kemenakertrans adalah dengan memberikan kesempatan bagi kalangan lulusan SMA, SMK dan sarjana untuk magang di dunia usaha dan industri.
"Ke depan jangan ada lagi lulusan pendidikan dan sarjana yang menganggur, caranya adalah dengan memberi kesempatan magang di dunia usaha di dalam negeri maupun luar negeri ," tutup Muhaimin.( dikutip dari http://m.merdeka.com)
Pemerintah juga menetapkan kebijakan yaitu dua kebijakan pemerintah yang sangat erat hubungannya dengan masalah pengangguran dan inflasi. Kebijakan yang pertama mengatur sistem perpajakan dan kebijakan yang kedua mengatur jumlah dan sistem peredaran uang. Kebijakan yang pertama disebut juga kebijakan fiskal, sedangkan kebijakan yang kedua disebut kebijakan moneter. (lihat id.answers.yahoo.com)
Selain cara tersebut kita juga bisa menggunakan cara yang lain, yaitu dengan cara kebijakan mikro, apa itu kebijakan mikro? Kebijakan mikro adalah kebijakan khusus Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Pertama, pengembangan mindset dan wawasan penganggur, berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensidalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Dengan demikian, diharapkan setiap pribadi sanggup mengaktualisasikan potensi terbaiknya dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik, bernilai dan berkualitas bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas. Kepribadian yang matang, dinamis dan kreatif memiliki tujuan dan visi yang jauh kedepan, berani mengambil tantangan serta mempunyai mindset yang benar. Itu merupakan tuntutan utama dan mendasar di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif dewasa ini dan di masa-masa mendatang. Perlu diyakini oleh setiap orang, kesuksesan yang hakiki berawal dari sikap mental kita untuk berani berpikir dan bertindak secara nyata, tulus, jujur matang, sepenuh hati, profesional dan bertanggung jawab. Kebijakan ini dapat diimplementasikan menjadi gerakan nasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan yang kompeten untuk itu Kedua, segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan, khususnya yang  tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam, sumber daya manusia maupun keuangan (finansial). Ketiga, segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Hal itu dapat dilakukan serentak dengan pendirian Badan Jaminan Sosial Nasional dengan embrio mengubah PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) menjadi Badan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri dari berbagai devisi menurut sasarannya. Dengan membangun lembaga itu, setiap penganggur di Indonesia akan tercatat dengan baik dan mendapat perhatian khusus. Secara teknis dan rinci, keberadaaan lembaga itu dapat disusun dengan baik.
 Keempat, segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Itu semua perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Kelima, mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya, seperti sampah, pengendalian banjir, dan lingkungan yang tidak sehat. Sampah, misalnya, terdiri dari bahan organik yang dapat dijadikan kompos dan bahan non-organik yang dapat didaur ulang. (Dikutip dari gagus.student.umm.ac.id)
Kesimpulan
            Masalah pengangguran bukanlah masalah yang baru dalam negeri ini, sudah bertaun-taun atau bahkan berpuluh-puluh taun melanda negeri ini. Masalah ini harus secepatnya di atasi. Karena masalah pengangguran akan membawa dampak yang sangat buruk bagi kehidupan bangsa ini, bukan hanya masalah ekonomi, tetapi masalah social yang ditimbulkan akan sangat membahayakan. Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini, pemerintah juga sudah melakukan atau menciptakan kebijakan-kebijakan tapi saat ini usaha tersebut belum menghasilkan hasil yang signifikan. Maka dari itu kita sebagai warga negara harus ikut berperan aktif dalam pemberantasan pengangguran tersebut dengan cara berwirausaha, menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas, menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Perubahan bisa kita memulai dari hal yang terkecil.
Daftar Pustaka

 

 

gustianingsih, e. (2011, Maret). ekagustianingsih.blogspot.com. Retrieved desember 20, 2013, from
http://ekaagustianingsih.blogspot.com/2011/03/dampak-pengangguran-terhadap.html
http://heavenoflight.blogspot.com/2013/05/penyebab-tingginya-angka-pengangguran.html. (2013, 05).
heavenoflight.blogspot.com. Retrieved 12 20, 2013, from ttp://heavenoflight.blogspot.com/2013/05/penyebab-tingginya-angka-pengangguran.html
http://m.merdeka.com/uang/ini-cara-pemerintah-kurangi-pengangguran-di-indonesia.html. (2012,
desember). m.merdeka.com. Retrieved desember 20, 2013, from
http://m.merdeka.com/uang/ini-cara-pemerintah-kurangi-pengangguran-di
indonesia.htm
http://ssbelajar.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-pengangguran.html. (2011, januari).
ssbelajar.blogspot.com. Retrieved desember 20, 2013, from
http://ssbelajar.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-pengangguran.html
Rizky, H. (2013, 05). flight.blogspot.com. Retrieved 12 29, 2013, from
http://heavenoflight.blogspot.com/2013/05/penyebab-tingginya-angka-pengangguran.html
wikipedia. (2012, 09 13). wikipedia.org. Retrieved 12 29, 2013, from
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran


(http://gagus.student.umm.ac.id/download-as-pdf/umm_blog_article_3.pdf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar