Senin, 30 Desember 2013

PENCEMARAN LINGKUNGAN


PENCEMARAN LINGKUNGAN

Oleh: Syarifudin
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Semarang

Abstrak



Kata Kunci : Kimia lingkungan, Teknologi tepat guna, Pencemaran Lingkungan

1.      Pendahuluan
Pada saat ini kesadaran akan lingkungan yang bersih dan nyaman sudah semakin meningkat. Masalah pencemaran sudah menarik banyak kalangan, mulai masyarakat lapisan bawah sampai pejabat tinggi pemerintah. Berdasarkan data bapedda wilayah samarinda kota tercatat bahwa pencemaran lingkungan khususnya pencemaran tanah semakin meningkat setiap tahunnya.
Sumber: bappeda.samarindakota.go.id
Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa manusia selalu mencemari lingkungan khususnya lingkungan tanah. Manusia terus-menerus mengeksploitasi alam tanpa memperhatikan keseimbangan alam dan dampak buruk yang mungkin terjadi. Perlu adanya pemahaman dan latar belakang yang cukup mengenai kimia lingkungan dan bagaimana menerapkannya dalam  kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pemahaman yang cukup, diharapkan masyarakat dapat menghindari tindakan-tindakan yang memicu terjadinya pencemaran lingkungan. Tetapi sebelum mengkaji lebih jauh tentang pencemaran lingkungan yang luas terjadi beserta dampak-dampaknya, alangkah lebih baik jika kita mengetahui hubungan antara manusia, teknologi, dan kimia lingkungan.
            Sebelum kita menuju ke apa saja hubungan antara manusia, teknologi dan kimia lingkungan alangkah lebih baik kita mengetahui dulu devinisi dari manusia, teknologi dan kimia lingkungan,

2.      Definisi Manusia, Teknologi dan Kimia Lingkungan
Manusia adalah makhluk monodualis ciptaan Tuhan, yang di jadikan sebagai Khalifah oleh Allah. Manusia juga merupakan makhluk religius yang dianugerahi ajaran-ajaran yang dipercayai yang didapatkan melalui bimbingan Rasulullah SAW demi kemaslahatan dan keselamatannya[1](Ika Putriey, 2012). Manusia sebagai makhluk beragama mempunyai kemampuan menghayati pengalaman diri dan dunianya menurut agama masing-masing. Pemahaman agama diperoleh melalui pelajaran agama, sembahyang, doa-doa maupun meditasi, komitmen aktif dan praktek ritual. Manusia utuh hubungannya dengan Tuhan. Jauh dekatnya hubungan ditandai dengan tinggi rendahnya keimanan dan ketakwaan manusia yang bersangkutan.
Didalam Pancasila, walaupun agama dan kepercayaan yang dianut masyarakat berbeda-beda, harus diupayakan terciptanya kehidupan beragama yang mencerminkan adanya saling pengertian, menghargai, kedamaian, ketentraman, dan persahabatan. Sementara suatu pihak ada yang lebih mengutamakan terciptanya suasana penghayatan keagamaan lebih dari pengajaran keagamaan.
Manusia juga diberi kemampuan (akal, pikiran, dan perasaan) sehingga sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya. Setiap manusia senantiasa akan berusaha mengembangkan kemampuan pribadinya guna memenuhi hakikat individualitasnya (dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya). Hal terpenting yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya adalah bahwa manusia dilengkapi dengan akal pikiran, perasaan dan keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya. Manusia adalah ciptaan Tuhan dengan derajat paling tinggi di antara ciptaan-ciptaan yang lain. Oleh karna itu maka pantaslah jika manusia dijadikan sebagai kholifah di bumi.
Bukan hanya itu saja pengertian manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial. 
Manusia tidak hanya di ciptakan sebagai khalifah tetapi manusia juga di ciptakan sebagai manusia sosial, telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada menitik beratkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu (Ika Putriey, 2012). Di mana memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari: Dorongan untuk makan, dorongan untuk mempertahankan diri, dorongan untuk melangsungkan jenis
Dari tahapan-tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan satu sama lain. Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial.
Menurut Ika Putriey (2012) Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari: penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan. penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.
Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok tetapi juga terjadi didalam kehidupan masyarakat secara luas. Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial.

Teknologi
Teknologi sangatlah membantu pekerjaan manusia tapi terkadang manusia itu sendiri tidak tahu akan arti teknologi maka saya akan menulis apa itu pengertian teknologimenurut para ilmuan. Menurut Iskandar Alisyahbana (1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu  karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi belum digunakan. Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan  “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia. Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai” keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia[2]

Menurut pendapat dari  Iskandar Alisyahbana dan Jaques Ellul dapat di simpulkan bahwa pengertian teknologi adalah
Ø  Proses yang meningkatkan ilai tambah,
Ø  Produk yang dihasilkan dan digunakan untuk menambah nilai kerja,
Ø  Struktur atau proses dimana proses dan produk itu di kembangakan dan digunakan.

Kimia Lingkungan
Kimia lingkungan adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari tentang fenomena- fenomena kimia dan biokimia yang terjadi di alam[3] (Sastrawijaya, 2000). Bidang ilmu kimia lingkungan ini dapat didefinisikan sebagai studi terhadap sumber, reaksi, transpor, efek, dan nasib zat kimia di lingkungan udara, tanah, dan air; serta efek aktivitas manusia terhadapnya. Kimia lingkungan adalah ilmu antar disiplin yang memasukkan ilmu kimia atmosfer, akuatik, dan tanah, dan juga sangat bergantung dengan kimia analitik, ilmu lingkungan, dan bidang-bidang ilmu lainnya[4](Sastrawijaya, 2000).

Sebenarnya kimia lingkungan itu sangat luas, mulai menyangkut masalah radikal hidrokarbon di udara, tetesan air raksa di lantai atau dasar danau, maupun unsure beracundi pertambangan. Bisa di katakana kimia lingkungan  ialah studi tentang sumber reaksi, pengaruh, dan akhir zat kimia dalam tanah, air,dan udara sekitar kita, secra singkatnya kimia lingkungan ialah studi tentang gejala kimiadi lingkungan kita (Sastrawijaya, 2000).
.
            Kimia lingkungan bukanlah suatu ilmu baru. Bidang ini telah di geluti sekitar 70 tahun yang lalu, banyak pekerjaan kimia lingkungan di kerjakan di luar departemen kimia dan dan di luar industri kimia itu sendiri oleh orang yang belum berpengalaman (Sastrawijaya, 2000). Kimiawan yang membuat peptisida, deterjen pada sabun, dan bahan kimia lainnya. Pemakai yang belum berpengalaman tentang ilmu kimia dapat menderita misalnya biologiwan, insinyur kesehatan, dan petugas danau yang melihat kesuburan eceng gondok di rawa-rawa.





3.      Hubungan antara Manusia, Teknologi, dan Kimia Lingkungan
Setiap hari manusia menggunakan teknologi. Di pagi hari ketika berangkat bekerjamanusia menggunakan teknologi yaitu teknologi mesin. Siang dan malam haripun manusia tetap menggunakan teknologi untuk mempermudah pekerjaannya. Apalagi para mahasiswa tyang setiap hari disibukan dengan tugas-tugas sehingga dalam pengerjaan tugas tersebut pasra mahasisiwa menggunakan teknologi
Semakin majunya  teknologi maka akan mempengaruhi atau memberikan kemajuan juga terhadap dunia ilmu pengetahuan, semakin canggih peralatan yang di ciptakan oleh seseorang maka akan lebih muda pula untuk mengembangkan ilmu, sebagai salah satu contoh saya mengmbil ilmu kimia lingkungan, kimia lingkungan adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang fenomena-fenomena kimia dan biokimia yang terjadi di alam. Bidang ilmu kimia lingkungan ini dapat didefinisikan sebagai studi terhadap sumber, reaksi, transpor, efek, dan nasib zat kimia di lingkungan udara, tanah, dan air; serta efek aktivitas manusia terhadapnya. Kimia lingkungan adalah ilmu antar disiplin yang memasukkan ilmu kimia atmosfer, akuatik, dan tanah, dan juga sangat bergantung dengan kimia analitik, ilmu lingkungan, dan bidang-bidang ilmu lainnya (Sastrawijaya, 2000).
            Semakin berkembangnya teknologi juga akan berdampak pada lingkungan kita, sebagai contoh teknologi yang di kembngakan dalam dunia antariksa dan militer, menyebabkan terjadinya eksploitasi energi, sumber daya alam dan lingkungan yang dilakukan untuk memenuhi berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupannya sehari-hari, seperti  yang ada pada pernyataan berikut Gejala memanasnya bola bumi akibat efek rumah kaca (greenhouse effect) akibat menipisnya lapisan ozone, menciutnya luas hutan tropis, dan meluasnya gurun, serta melumernnya lapisan es di Kutub Utara dan Selatan Bumi dapat dijadikan sebagai indikasi dari terjadinya pencemaran lingkungan kerena penggunaan energi dan berbagai bahan kimia secara tidak seimbang (Toruan, dalam Jakob Oetama, 1990: 16 – 20), pada tahun 1998 merupak tahun paling panas dalam decade terpanas, dalam millennium trakhir, sedangkan pada tahun 1997merupakan tahun kedua dan tahun ke tiga di duduki tahun 1995. Menurut Pusat Data Iklim Nasional Amerika Serikattidak di ragukan lagi bahwa planet kita memanas pada akhir abad ke 20 sebesar 0,25oC setiap 10 tahun.
Selain itu, terdapat juga indikasi yang memperlihatkan tidak terkendalinya polusi dan pencemaran lingkungan akibat banyaknya zat-zat yang di buang  dan limbah industri dan rumah tangga yang memperlihatkan bahwa masyarakat tidak perduli terhadap lingkungan hidup. Akibat-akibat dari ketidak perdulian terhadap lingkungan ini tentu saja sangat merugikan manusia, yang dapat mendatangkan bencana bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, masalah pencemaran lingkungan baik oleh karena industri maupun komsumsi manusia, memerlukan suatu pola sikap yang dapat dijadikan sebagai modal dalam mengelola dan menyiasati permasalahan lingkungan. Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup, karena permasalahannya yang bersamaan. Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan mahluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. IImu tentang hubungan timbal balik mahluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi (Soemarwoto, 1991: 19). Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya. keadaan dan mahluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan prilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya (Soerjani, dalam Sudjana dan Burhan, 1996: 13).
            Pengaruh ilmu dan teknologi dalam masyarakat besar sekali,baik itu di sekolah, di desa ataupun di kota, Selain teknologi memiliki dampak terhadap lingkungan, kimia lingkungan juga memiliki dampak pada lingkungan itu sendiri, menurut pendapat dari Sastrawijaya Tresna dampak yang di timbulkan dari  kimia lingkungan adalah pencemaran lingkungan, pencemaran lingkungan meliputi: pencemaran tanah, pencemaran air, pencemaran udara, serta pencemaran obat-obatan dan mungkin masih ada yang lain. Pencemaran tanah, tanah merupakan sumber daya alam yang mengandung benda organic dan organicnik yang mampu mendorong pertumbuhan tanaman, pencemaran tanah dapat disebabkan karena penggunaan pupuk yang berlebihan, pemberian peptisida, dan pembuangan limbah kimia secaratidak teratur. Pencemaran air biasanya terjadi karena pembuangan limbah kimia pada sungai-sungai atau danau-danau, sebenarnya air itu mengandung oksigen dan karbondioksida, oksigen merupakan factor pembatas dalam penentuan kehadiran mahluk hidup. Semakin banyak kandungan oksigen pada air tersebut maka   akan banyak pula mahluk hidup yang menjadikan wilayah air tersebut sabagai habitatnya, dan sebaliknya semakin sedikit oksigen yang terkandung dalam air maka akan sedikit pula mahlulk hidup yang mau menjadikan wilayah air tersebut menjadi habitatnya. Pencemaran udara bisa terjadi apabila udara tersebut tercemar oleh asap-asap yang di timbulkan oleh kendaraan bermotor, asap kendaraan bermotor sangat berbahaya untuk kesehatan kita. Karena sapa kendaraan mengandung gas karbonmonoksida yang dapat merusak lapisan ozon pada atmosfir. Pencemaran obat-obatan, dalam kehidupanmanusia menambah penyedap rasa kepada bahan makanan dan demikian halnya dengan dunia obat-obatan. Gaya hidup menyuburkan obat sakit kepala, obat penenang, obat kelelahan. Obat-obatan banyak macamnya, misalnya ada yang mengurangi  rasa nyeri , menenangkan, minidurkan merangang pusat syaraf, mengurangi demam, antibiotic dan sebagainya.

PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan paparan di atas dapat di simpulkan bahwa semakain pesatnya   perkembangan teknologi di era globalisasi tampaknya telah menjadi salah satu faktor utama penyebab perubahan tingkah laku manusia serta pergeseran pola hidup dari pola hidup tradisional menjadi pola hidup modern sedikit banyak telah mempengaruhi kestabilan lingkungan hingga menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Dari tulisan ini pembaca jadi mengetahui akan pngertian manusia, teknologi, dan kimia lingkungan dan tahu akan  hubungan manusia, teknologi, dan kimia lingkungan, setiap manusia, teknologi dan kimia lingkungan saling terkait satu sama lain, sehingga membentuk  suatu hubungan. Bila manusia  tidak mengetahuiakan atau menggunakan teknologi tepat guna maka yang akan terjadi pencemaran lingkungan yang  merugikan diri manusia itu sendiri. Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya manusia belajar tentang bagaimana menggunakan teknologi tepat guna dan kimia lingkungan. Supaya terbentuk hubungan yang berguna antara manusia,teknologi, dan kimia lingkungan.


 DAFTAR PUSTAKA

Alisyahbana, Iskandar. 1980. Teknologi dan perkembangan. Jakarta : Yayasan Idayu
Fibriansyah, Anjas. 2011. Kemajuan Teknologi untuk Meningkatkan Peradaban Manusia dan Solusinya. Di unduh di http://amikom.ac.id/research/index.php/STI/article/view/5900 tanggal 30 Desember 2013

Peearce, fred. 2003. Pemanasan global”panduan pemula tentang perubahan iklim bumi”. Jakarta: Erlangga
Soerjani, Mohammad. 1996. Permasalahan lingkungan hidup dalam tinjauan Filosofis ekologis dalam Sudjana, Eggi dan Burhan, Latif (ed.). Upaya Penyamaan Persepsi, Kedadaran dan Pentaan terhadap pemecahan Masalah Lingkungan Hidup. Jakarta: CIDES
Soemarwoto, Olto. 1991. Ekologi lingkungan hidup dan pembangunan. Jakarta: Djambatan,
Toruan Raymond. 1990. Globalisasi : Bumi  Makin Panas, dalam Oetama, Jakob., (ed.), Menuju Masyarakat Baru Indonesia: Antisipasi Terhadap Tantangan Abad XXI. Jakarta: PT Gramedia
Tresna, satrawijaya. 2000. Pencemaran lingkungan. Jakarta: PT Rineka Cipta






[2] Fibriansyah, Anjas. 2011. Kemajuan Teknologi untuk Meningkatkan Peradaban Manusia dan Solusinya. Di unduh di http://amikom.ac.id/research/index.php/STI/article/view/5900 tanggal 30 Desember 2013

[3] Tresna, satrawijaya. 2000. Pencemaran lingkungan. Jakarta: PT Rineka Cipta
[4] Tresna, satrawijaya. 2000. Pencemaran lingkungan. Jakarta: PT Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar