Minggu, 29 Desember 2013

Seks Bebas



Seks Bebas
BARATA
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

                                                                        Abstrak
Pembuatan jurnal ini sekedar memberi tahu tentang seks bebas, Negara Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka macam suku bangsa dan budayanya. Tapi kebudayaan sekarang itu semua sudah terasa hampir hilang, yang jadi penyebabnya adalah pengaruh budaya asing, seperti saja dari segi berpakaian dulu wanita Indonesia memakai baju kurung tapi sekarang ini baju kurung telah dianggap kuno dan diganti dengan pakaian seksi seperti rok pendek . Semakin zaman berubah sekarang ini budaya Indonesia berubah mengikuti kebudayaan barat. Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak memberi dampak buruk bagi remaja sehingga menyebabkan terjadinya kenakalan remaja. Kemajuan teknologi telah merubah pemikiran remaja. Perubahan pemikiran remaja juga disertai dengan perubahan perilaku remaja dalam mengikuti zaman modernisasi. Kenakalan remaja tidak hanya disebabkan oleh pengaruh teknologi yang semakin modern, namun bisa juga disebabkan oleh berbagai faktor yang menjerumuskan remaja ke dalam seks bebas. Oleh karena itu, orang tua dan para guru harus memberi bimbingan yang banyak. Pergaulan zaman sekarang ini terasa sangat bebas, bahkan terlalu bebas. Sehingga banyak remaja yang menyalah gunakan kebebasan itu.
Kata kunci: seks bebas, remaja.

Pendahuluan
Pada zaman modern seperti sekarang ini, jumlah persenan tiap-tiap kota pertahun meningkat tentang masalah seks bebas. Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak memberi dampak buruk bagi remaja sehingga menyebabkan terjadinya kenakalan remaja. Kemajuan teknologi telah mengubah pikiran remaja. Perubahan pola pikir remaja juga disertai dengan perubahan perilaku remaja dalam mengikuti zaman modernisasi. Kenakalan remaja tidak hanya disebabkan oleh pengaruh teknologi yang semakin modern, namun bisa juga disebabkan oleh berbagai faktor. Para remaja sudah terjerumus dalam seks bebas. Oleh karena itu, orang tua dan para guru harus memberi bimbingan yang banyak. Pergaulan zaman sekarang ini terasa sangat bebas, bahkan terlalu bebas. Sehingga banyak remaja yang menyalah gunakan kebebasan itu, banyak yang mengatakan masa remaja adalah masa-masa yang indah buat pacaran. Tapi terkadang pacaran itu banyak yang disalah gunakan, berakhirnya pacaran biasanya mengakibatkan kekerasan dalam hubungan, bahkan bisa saja sampai bunuh diri.
Sebab dari akhir pacaran yang disebutkan diatas, contohnya seperti remaja yang tidak mendengarkan omongan orang tua dan menuruti nasihat orang tua, dan tidak jarang juga orang tua yang terlalu memberikan kebebasan kepada anaknya sendiri. Dalam pacaran pasti ada dampaknya pada kehidupan, seperti itu positif maupun pun yang negatif tergantung pada yang menjalaninnya. Hal seperti ini sangat berpengaruh besar pada yang berpacaran dan diwajibkan memperhatikan dengan serius tentang seks bebas. Dorongan rasa menginginkan seks bebas sangat banyak membuat kalangan remaja di Indonesia yang mengakibatkan remaja itu menjadi tidak takut menghadapi pengaruh negatif seks bebas.
Menurut teori Kohlberg, Perilaku seks bebas sebagai salah satu perilaku menyimpang remaja dari tahun ke tahun semakin beresiko, remaja melakukan semua itu karena mereka tidak mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi, sehingga kurang tahu bahaya atau dampak dari seks bebas. Remaja yang pada umumnya mempunyai rasa ingin tahu yang besar tentang seksualitas terpaksa mencari informasi sendiri guna memuaskan rasa keingintahuannya tersebut. Pergaulan bebas di kalangan remaja yang akhir-akhir ini terjadi adalah karena remaja mencari pengetahuan dan informasi tentang seksualitas sendiri lewat teman yang sama-sama belum tahu akibat seks bebas. Majalah-majalah porno, video, dan tempat hiburan malam yang memberikan akses informasi tanpa sensor sehingga proses kematangan alat reproduksi pada remaja tidak diimbangi dengan informasi yang baik.(lihat http://www.psikologizone.com, 2010)
Seks bebas pada remaja banyak dilakukan. Karena pada dasarnya pada masa itu remaja melihat lingkungan sekitarnya yang mana lingkungan yang lebih banyak diikuti adalah lingkungan teman-temannya (teman sebaya). Apalagi jika seks bebas di lingkungannya merupakan hal yang biasa atau dinilai baik oleh remaja jika memenuhi harapan kelompoknya, maka remaja akan menganggap jika dia tidak melakukan hal tersebut berarti dia tidak mengikuti harapan yang kelompoknya inginkan. Remaja akan meniru apa yang ada di lingkungannya selama prosesya sebagai belajar. Jika hal tersebut sudah ditiru berulang-ulang maka akan menjadi kebiasaan. Mungkin awalnya hanya ingin mencoba karena keingintahuannya. Yang mana pada masa remaja keingintahuannya akan sesuatu yang baru lebih besar untuk mencari identitas mereka.
Dariyo. A (dalam Dwi Arsita. R, 2009: 1) mengatakan pergaulan bebas yang tak terkendali secara normatif dan etika-moral antarremaja yang berlainan jenis, akan berakibat adanya hubungan seksual di luar nikah (pergaulan bebas/ seks pranikah). Free sexs atau seks bebas menjadi hal yang sangat biasa bagi kalangan remaja saat ini. Tanpa merasa malu mereka meminta pasangannya untuk melakukan hal itu, hal yang sebenarnya dianggap tabu oleh masyarakat sekitar. Bukan hanya wanita dewasa (> 20 tahun) saja yang melakukannya, namun sekarang kalangan remaja SMP-SMA sudah melakukannya walaupun hanya satu kali. Kita juga tidak tahu lagi berapa jumlah wanita dan pria yang masih perawan dan masih perjaka, karena tidak sedikit masyarakat di Indonesia telah melakukan seks bebas.(lihat http://heherly.blogspot.com, 2012)

Pembahasan
Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka macam suku bangsa dan budayanya. Tapi kebudayaan sekarang itu semua sudah terasa hampir hilang, yang jadi penyebabnya adalah pengaruh budaya asing misalnya saja dari segi berpakaian dulu wanita Indonesia memakai baju kurung tapi sekarang ini baju kurung telah dianggap kuno dan diganti dengan pakaian seksi seperti rok pendek.
       Indonesia yang terkenal akan kebudayaan timurnya sekarang berubah  mengikuti kebudayaan barat. Modernisasi yang menuntut kalangan remaja untuk tanggap terhadap segala perubahan teknologi. Mereka pun mulai mengubah pola pikir dan cara bergaul. Namun tak semua perubahan perilaku ini bersifat positif. Banyak kalangan remaja yang salah dalam menyaring perubahan kebudayaan, salah satunya adalah seks bebas. Seks bebas adalah perilaku menyimpang yang dilakukan di kalangan remaja, namun tak hanya kalangan remaja saja, kalangan orang dewasa pun banyak yang melakukannya.
       Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup di muka bumi ini. Seks diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup hidup suatu spesies atau suatu kelompok (jenis) makhluk hidup. Artinya setiap makhluk hidup melakukan seks untuk memperoleh keturunan agar dapat menjaga dan melestarikan keturunannya. Selain itu tujuan seks adalah sebagai sarana untuk memperoleh kepuasan dan relaksasi dalam kehidupan (bagi manusia).
       Hubungan seks yang dilakukan di luar pernikahan disebut seks bebas (free sex). Hawa nafsu merupakan hal yang sangat menentukan terjadinya seks bebas. Seks bebas merupakan pengaruh budaya yang datang dari barat dan kemudian diadopsi oleh masyarakat Indonesia tanpa memfilternya terlebih dahulu, 93,7% pernah berciuman hingga petting (bercumbu), 62,7% remaja SMP sudah tidak perawan, 21,2% remaja SMA pernah aborsi. Ada Survey Perkumpulan Keluarga Berencana (100 remaja SMP & SMA Di Samarinda) 56% Pelajar sudah berhubungan seks. Bahkan ada yang terang terangan mengaku berhubungan seks dengan pekerja seks. Survey Synovate Researc yaitu; 44% mengaku punya pengalaman seks di usia 16-18 tahun, 16% mengaku pengalaman seks di dapat di usia 13-15 tahun, tempat melakukan seks di rumah (40%), kamar kos (26%) dan hotel (26%). Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia; 32% remaja 14 – 18 tahun pernah berhubungan seks, 21,2% remaja putri pernah melakukan aborsi, 97% penyebab remaja melakukan seks yaitu dari internet.
       Dari survey di atas dapat dikatakan bahwa seks bebas bukanlah lagi hal yang tabu dikalangan remaja saat ini. Maraknya seks bebas di kalangan pelajar seolah menjadi trend bahwa jika seorang siswi masih perawan maka akan tergolong siswi yang "nggak gaul" dan terkucilkan dalam pergaulan anak zaman sekarang.
Dalam proses perkembangan pembangunan sekarang ini para generasi muda harus benar-benar mendapat perhatian yang khusus, karena dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan remaja cepat menerima perubahan yang disebabkan oleh munculnya teknologi. Secara tidak langsung teknologi dapat menyebabkan terjadinya prilaku seks bebas di kalangan remaja, seperti peredaran situs-situs porno di internet sehingga bagi remaja yang melihat bisa tergoda untuk mencoba adegan yang ada di internet tersebut.  Seks bebas sangat berkaitan erat dengan pergaulan bebas. Seorang remaja yang mengenal pergaulan bebas tentunya akan merasakan seks bebas.(lihat http://www.wartanews.com, 2011)
Beberapa faktor yang mempengaruhi merebaknya fenomena sex bebas dikalangan remaja (lihat http://andikasaputra.blogspot.com, 2009)
Pengaruh dari dalam, maksudnya adalah pengaruh yang datang dari dalam jiwa remaja tersebut dalam mencari jati dirinya sendiri. Sifat remaja diantara lainnya adalah selalu menginginkan atau mencoba hal-hal baru yang belum mereka rasakan, selain itu juga mereka selalu menemukan hal-hal baru yang baru mereka temukan tersebut. Dan ditambahkan lagi jiwa muda mereka yang selalu meledak-ledak membuat mereka selalu mengambil keputusa tanpa berpikir-pikir dengan matang, mana yang lebih baik dan juga mana yang buruk bagi mereka, begitu juga halnya dengan seks. Mereka selalu ingin mencoba rasa tersebut dan tertantang untuk melakukan apa yang di maksud dengan seks tersebut tanpa harus memikirkan dampak buruknya bagi mereka.
Pengaruh budaya asing, kita sebagai orang timur dahulunya sangat menjaga etika dan tata krama dalam bergaul, akan tetapi dengan masuknya budaya yang tidak mempunyai etika, tanpa batas tata kramanya dan kesopanan membuat masyarakat sekitarnya dan remaja kita terpengaruh sehingga tanpa disadari tidak ada lagi batas antara kesopanan dan kebebasan. Hal tersebutlah yang mendorong kita untuk berbuat dan bertingkah laku layaknya kebudayaan-kebudayaan asing khususnya kebudayaan barat. Alangkah menyedihkan ketika kita tahu bahwa banyak remaja-remaja kta terpengaruh oleh dari budaya orang tersebut.
Pengaruh Lingkungan, keluarga sebagai ruang lingkup terkecil, keluarga mempunyai peranan yang sangat mendasar dalam kehidupan kita termasuk remaja, seorang remaja yang kurang perhatian dari keluarga akan berbuat seenaknya tanpa takut dilarang, dimarah maupun dinasehati sehingga budaya-budaya atau apa saja yang mereka dapatkan diluar akan langsung mereka telan tanpa harus menyaring dan memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk bagi mereka dan sebaliknya remaja yang mendapatkan perhatian dari keluarga akan melakah hati-hati dalam segala hal karena segala gerak -geriknya dinilai dari orang tua, diawasi dan diperhatikan dengan orang tua remaja yang terlalu dikekang kebebasannya oleh orang tua, jiwa mereka akan memberontak. Jika hal tersebut terjadi maka mereka (remaja) akan melakukan hal yang lebih dari yang kita (orang tua) takutkan.
Untuk itu perlunya kita tekankan kedisiplinan dan peraturan pada remaja tersebut dalam kehidupan keluarga dengan batasan-batasan yang terlalu mengekang mereka secara garis besar bisa kita katakan perhatian dan kasih sayanglah yang merupakan aspek terpenting dalam keluarga demi masa depan remaja tersebut.
Teman, terkadang remaja lebih mempercayai teman dibanding keluarganya sendiri. Teman dianggap tempat yang paling dimengerti dengan hati mereka (remaja), karena sesama teman mereka beranggapan akan lebih mudah berbicara, bergaul dan berinteraksi karena mereka merasa sejiwa, seusia dan berperasaan serta berpenilaian sama. Namun tidak semua teman yang bisa membawa kita ke jalan yang baik. Tidak sedikit teman malah menjerumuskan kita ke jalan yang buruk. Seorang remaja yang memiliki teman yang seorang penjahat akan mudah untuk menjadi penjahat juga. Seorang remaja yang memilki teman yangpergaulannya bebas akan mudah terpengaruh bergaul bebas juga namun seorang remaja yang memiliki teman yang berakhlak serta berbudi luhur untuk berperilaku sama dengan temannya. Karena itu perlunya kita pandai-pandai dalam memilih teman.
Sekolah, disekolah para guru merupakan contoh atau tauladan bagi muridnya untuk itu perlunya sosok seorang guru yang bisa dijadikan contoh bagi mereka, seorang guru yang berpenampilan penuh kebebasan, berperilaku buruk, bertutur kata yang seenaknya dalam mengajar atau mempunyai pergaulan bebas di luar sekolah akan mudah di contoh oleh murid-muridnya dan begitu juga sebaliknya.
Berbicara soal disiplin di sekolah perlu sekali ditekankan kedisplinan di sekolah tersebut. Contohnya dengan larangan berbaju dan bercelana ketat di sekolah, larangan penggunaan rok di atas lutut maupun larangan penggunaan make-up ke sekolah atau di sekolah. Larangan-larangan tersebut akan memperkecil dampak dari pengaruh pergaulan dan seks bebas. Remaja wanita merupakan subjek utama dalam pelanggaran-pelanggaran seks, dari riset yang dilakukan para ahli di dunia 62% terjadinya seks bebas karena mudahnya wanita dirayu oleh pria (suka sama suka), 17% karena dipaksa oleh pasangan prianya, 10% karena tuntutan biaya hidupnya, 8% karena kriminalitas dan 3% karena disebabkan oleh narkotika.(lihat http://fixguy.wordpress.com, 2011)
Untuk itu seorang remaja wanita perlunya memiliki keimanan yang kuat agar tidak mudah dirayu oleh pasangan prianya atau jika perlu remaja wanita hendaknya memiliki keahlian bela diri untuk menggulangi terjadinya pemaksaan dan memperkecil angka kejahatan seksual terhadap wanita. Perlu diketahui wanita adalah tiang negara apabila runtuh akhlak wanita di negara tersebut runtuh pulalah negara tersebut. Dan 75% penghuni neraka adalah wanita.
Pengaruh Perkembangan teknologi
Media Massa, pada masa kini banyak sekali beredar majalah-majalah, tabloid maupun surat kabar yang dengan bebas menampilkan gambar-gambar seronok, porno atau semi porno contohnya majalah play boy . Dengan bebasnya majalah-majalah tersebut memasang gambar atau cover yang semi porno atau setengah bugil khusunya gambar-gambar tubuh wanita bikini, bergaun transparan, atau tubuh polos tanpa sehelai benangpun. Gambar-gambar tersebut akan merangsang para remaja untuk dapat mencoba bagaimana jika itu nyata dan dapat mereka rasakan.
Majalah-majalah dan tabloid-tabloid yang berunsur pornografi tersebut tidak sulit untuk didapatkan oleh remaja-remaja karena dijual dengan bebas di pasaran. Entah apakah tidak ada larangan dari pemerintah tentang hal itu atau memang pemerintah menutup matanya. Hanya mereka yang tahu.
Media Elektronik, dengan berkembangnya teknologi elektronik yang pesat, berkembang  pengetahuan remaja dalam segala hal termasuk pornografi yang mempengaruhi pergaulan dan kehidupan seks para remaja. VCD porno dengan mudah kita dapatkan di pasaran. Film-film yang mempertontonkan hubungan seks tersebut mempengaruhi otak remaja untuk mencoba hal-hal yang mereka lihat. Ditambah lagi film-film yang disiarkan televisi-televisi yang mengandung unsur pornografi walaupun kecil dan sangat mudah mempengaruhi para remaja. Perkembangan teknologi internet di komputer. Banyak sekali website-website porno yang dengan mudah bisa kita buka di internet. Hal-hal tersebut sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan remaja khusunya dalam terjadinya pergaulan dan seks bebas di kalangan remaja.
Lemahnya keimanan, lemahnya keimanan mereka bisa membuatnya masuk ke dalam dunia seks bebas, karena adanya keimanan yang kuat bisa membuat kita tahu yang mana perbuatan yang besar dan perbuatan yang salah.
Ekonomi, remaja yang terlahir dari keluarga yang orang tuanya cuman bisa menghidupinnya dengan keadaan sederhana, remaja itu pun bisa berniat atau bertekad ingin membantu orang tuanya dan mau hidupnya enak, keinginan itu pun harus ia lakukan dengan cara berkerja. Ada yang bekerja dengan kerja keras dan kerjaannya yang halal dan ada juga yang bekerja dengan mudah dan itu tidak halal, seperti itu biasanya kebanyakan remaja wanita, ia rela jadi wanita penghibur atau wanita panggilan, demi ingin membantu keadaan ekonomi keluarganya dan ingin mempunyai kebutuhannya tanpa memikirkan resikonya.
Tekanan dari pacar, karena sudah mencintai pasangannya, remaja itu pun biasanya menurut perkataan pacarnya. Remaja itu pun rela berbuat dosa demi ingin dicintai pacarnya.
Penasaran, disaat usia remaja keingtahuannya begitu besar terhadap seks, jika teman-temannya mengatakan bahwa terasa nikmat, maka rasa penasaran tersebut semakin mendorong mereka untuk lebih jauh melakukan macam percobaan sesuai dengan yang mereka harapkan.

Pencegahan Terjadinya Seks Bebas
Untuk menghindari seks bebas perlu dilakukan pengontrolan dan pengendalian nafsa syahwat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah.
Mengawasi waktu luang dengan hal yang bermanfaat
Seorang pemuda bila ia sendirian diwaktu-waktu kosong, akan datang kepadanya angan-angan, bisikan-bisikan dan hawa nafsu yang membawa kepasa dosa juga khayalan-khayalan seksual. Seorang pemuda harus mengetahui bagaimana ia menghabiskan waktunya dan mengisi waktu kosongnya. Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan oleh seorang remaja untuk mengisi waktu kosongnya, bisa dengan olahraga, rekreasi, membaca buku yang berfaidah, membuat kerajinan tangan, menghadiri pengajian, mengikuti perlombaan dan lain-lain aktifikas yang bermanfaat.
Memilih teman yang baik, suatu kenyataan dan pengalaman membuktikan bahwa ketika seorang remaja berteman dengan teman yang baik maka ia akan terpengaruh pada mereka untuk melakukan kebaikan.
Menjahui dan menghindari media massa yang buruk
Media massa merupakan salah satu yang ikut bertanggung jawab terhadap seks bebas. Banyak acara-acara ditelevisi dan pemberitaan di koran dan majalah yang menghidupkan nafsu seks, gambar-gambar yang fulgar, iklan-iklan yang meninjau pornografi yang turut memperburuk moral para remaja dan merangsang remaja untuk melakukan seks bebas. Maka dari itu remaja harus bisa memilih bacaan atau tontonan yang menurut itu layak.
Peran orang tua, orang tua harus memberikan pendidikan tentang agama yang benar samapi anak itu tahu benar tentang agama dan menuruti omongan-omongan orang tua, hendaknya orang tua memberikan perhatian kepada anaknya, menjadi sahabat atau teman curhat kepada anaknya dan menjadi keluarga harmonis dalam keluarganya.
Memperdalam keimananan, yaitu menyakini bahwa Allah AWT senantiasa bersamanya, mengetahui yang disembunyikan dan terlihat meskipun itu dihati yang paling dalam.

Kesimpulan
Disimpulkan bahwa seks bebas merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam bentuk tingkah laku. Seks bebas merupakan perilaku menyimpang, yang dilakukan dengan pasangan, berganti pasangan maupun dengan sesama jeni. Seks bebas yang kini merajalela di kalangan remaja membuat kekhawatiran bagi para orang tua. Dan zaman modern yang semakin berkembangnya teknologi memberi pengaruh buruk bagi remaja yang menyebabkan kenakalan remaja, tapi itu semua juga tergantung jati diri remaja itu sendiri, ada yang menggunakan perkembangan teknologi itu dengan benar dan baik ada juga yang menggunakan itu dengan salah dan buruk. Pergaulan remaja yang bebas sebenarnya dikarenakan oleh segala perkembangan yang di salah artikan oleh remaja itu sendiri juga lingkungannya.
Ada beberapa faktor pengaruh seks bebas, antara lain adalah : (1) Pengaruh dari dalam; (2) Pengaruh budaya asing; (3) Pengaruh lingkungan, antara lain keluarga, teman, sekolah; (4) Pengaruh perkembangan teknologi, meliputi media massa dan media elektronik; (5) Lemahnya keimanan; (6) Ekonomi; (7) Tekanan dari pacar; (8) Penasaran
Juga ada cara mencegah seks bebas yaitu : (1) Mengawasi waktu luang dengan hal yang bermanfaat; (2) Memilih teman yang baik; (3) Menjahui dan menghindari media massa yang buruk; (4) Peran orang tua; (5) Memperdalam keimananan.

Saran
Untuk para remaja, tinggalkan lah tentang perkembangan yang menurut itu negatif. Belajar pendidikan tentang agama dan menuruti omongan-omongan orang tua, hendaknya orang tua memberikan perhatian kepada anaknya, menjadi sahabat atau teman curhat kepada anaknya, Lingkungan masyarakat hendaknya tidak memberi contoh yang tidak bagus kepada remaja-remaja tersebut. Dalam pergaulan sehendaknya bisa memilih yang mana yang baik dan tidak baik, teruta tidak melakukan hal tentang seks bebas.

DAFTAR PUSTAKA
Referensi Media Massa

Fix My World.2009.Makalah Pergaulau Dan Seks Bebas. Diperoleh 9 November 2013, dari http://fixguy.wordpress.com/makalah-pergaulan-dan-seks-bebas/
Hamid, Abdul.2009.Seks Bebas Di Kalangan Muda Mudi. Diperoleh 9 November 2013, dari http://andikasaputra.blogspot.com/2009/07/seks-bebas-di-kalangan-muda-mudi.html
Blog, Herly.2012.Contoh Makalah Seks Bebas. Diperoleh 9 November 2013, dari http://heherly.blogspot.com/2012/10/contoh-makalah-seks-bebas.html
Kohlberg.2010.Teori Perkembangan Moral Kohlberg. Diperoleh 9 November 2013, dari http://www.psikologizone.com/teori-perkembangan-moral-kohlberg/06511736

1 komentar: