Minggu, 29 Desember 2013

Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Hidup

KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN HIDUP
Oleh Feni Heriyatni
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang


Abstrak
Kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor utama demi berlangsungnya hidup yang bersih, sehat, dan nyaman. Terhindar dari berbagai macam penyakit sangat di inginkan oleh setiap orang. Dalam menjaga kebersihan lingkungan hidup tidak hanya diri kita sendiri, tetapi juga masyarakat, dan juga pemerintah. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap lingkungan sangat familiar untuk saat ini. Kebanyakan dari mereka berfikir secara parsial dan hanya ingin menguntungkan diri sendiri, seperti masalah pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya, pembuangan limbah pabrik, polusi udara, pencemaran air, dan lain-lain. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan dalam lingkungan hidup yang selalu mempengaruhi kesehatan masyarakat setiap tahunnya selalu meningkat. Masyarakat juga perlu meningkatkan lingkungan hidup dan bisa terselenggaranya kegiatan pembangunan yang dapat membantu daya lahan secara serasi dan berkelanjutan. Sehingga bisa dilihat sendiri bagaimana keadaan sekitar lingkungan kita. Wabah penyakit tersebar luas di seluruh sudut-sudut kota, korban akibat dari keadaan lingkungan tersebut sangat meningkat. Oleh sebab itu, kesehatan masyarakat juga perlu di perhatikan bukan hanya berbicara atau berteori tentang penyakit dan juga bagaimana mengatasi masalah-masalah kesehatan masyarakatdalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Jadi, jika kita dapat menjaga kebersihan lingkungan hidup dan menjaga kesehatan dalam lingkungan hidup, kita pasti akan terhindar dari macam-macam penyakit, sehingga lingkungan hidup yang nyaman dan tentram akan tercipta.
Kata kunci: kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan hidup, dan pemerintah yang kurang memperhatikan lingkungan hidup pada masyarakat.
  1. PENDAHULUAN
       Kebersihan lingkungan merupakan hal yang tidak dapat dijauhkan dari sebuah kehidupan manusia dan merupakan unsur yang pasti atau tetap dalam ilmu kesehatan dan pencegahannya. Yang dimaksud dengan kebersihan lingkungan itu sendiri adalah menciptakan sebuah lingkungan yang sehat sehingga tidak gampang terserang atau terkena berbagai macam penyakit yang kapan saja bisa menyerang kita seperti demam berdarah, muntaber dan lain-lain. Ini dapat dicapai dengan menciptakan suatu lingkungan yang bersih indah dan nyaman. Kebersihan lingkungan meliputi kebersihan tempat tinggal, tempat bersekolah, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum lainnya. Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higiene atau jauh dari kotor baik dalam diri sendiri, lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitar.
      Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat tidak menyebabkan kotoran atau menularkan penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain karena itu kita harus pandai pandai menjaga kebersihan. Tidak sulit menjaga kebersihan lingkungan ada banyak macam cara untuk menjaga kebersihan lingkungan misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya, selalu membersihkan selokan air, memisahkan sampah kering dan sampah basah, rajin menyapu halaman rumah, mendaur ulang barang yang tidak terpakai dan masih banyak lagi. Jika kita tidak menjaga kebersihan lingkungan maka lingkungan menjadi tidak sehat dan dapat mengganggu kegiatan sehari hari juga dapat menyebabkan penyakit yang menganggu masyarakat. Lingkungan yang bersih menjadikan hidup lebih sehat, udara terasa sejuk, tempat tinggal menjadi bersih dan terhindar dari segala penyakit. Maka dari itu kita harus selalu menjaga kebersihan lingkungan karena banyak sekali manfaatnya untuk kehidupan.
Di agama Islam juga diajarkan mengenai kebersihan lingkungan mencakup kebersihan diri sendiri, kebersihan makan, kebersihan minum, kebersihan rumah, kebersihan sumber air, pekarangan dan jalan, dan kebersihan lingkungan hidup sekitar. Ini semua sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW yaitu kebersihan adalah sebagian dari pada iman. Kebersihan akan lebih menjamin kebersihan seseorang dan menyehatkan. Kebersihan beda jauh dengan kemewahan, kebersihan itu sendiri adalah usaha manusia supaya lingkungan tetap sehat terawat secara berkelanjutan atau supaya menjadi permanen dalam diri masing-masing seseorang. Bila sudah terbiasa menjaga kebersihan maka jika melihat tempat yang tidak bersih harus segera kita bersihkan supaya kotoran atau sampah hilang dari depan mata kita. Semakin banyak kotoran yang dibiarkan menumpuk dan bertimbunan maka akan semakin tidak baik pula untuk dilihat yang lebih bahaya lagi akan mendatangkan berbagai macam atau sumber penyakit atau wabah penyakit di sekitarnya. Dalam hubungan ini umat beragama dan masyarakat sekitar sangat mutlak diperlukan dalam hal menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dan sehat. Kondisi bersih ini sangatlah mendukung kenyamanan dan ketentraman seseorang, sebaliknya tempat yang kotor akan menjadikan kondisi yang suram, tidak enak, tidak tahan, dan sangat menjengkelkan. Renungkanlah sebuah hadits Rasulullah SAW yang maksudnya '' Islam itu bersih maka hendaklah kamu suka membersihkan diri kamu, tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih'' (HR.Dailami), (lihat selengkapnya di www.blogspot.com, 2012).
Untuk memperhatikan kebersihan lingkungan hidup tidak hanya di dalam lingkungan tempat tinggal kita saja, misalnya  perkampungan penduduk, kompleks perumahan, dan kompleks asrama, Lingkungan kerja, misalnya: perkantoran, pabrik-pabrik,usaha pertanian, Lingkungan belajar, misalnya: sekolahan, kampus, tempat kursus, latihan kerja, Lingkungan sarana umum, misalnya: pasar, warung, stasiun, tempat rekreasi. Semua lingkungan tersebut juga perlu diperhatikan kebersihannya. Karena, tanpa lingkungan yang bersih setiap individu maupun masyarakat akan menderita sebab sebuah faktor yang akan merugikan kita sendiri seperti kesehatan. Kesehatan itu begitu mahal harganya. Sehingga semuanya harus di olah dan dijaga dengan baik. Lingkungan yang kotor berarti penganggu kesehatan yang juga berarti membuat bibit penyakit. Namun, segala sesuatu ada kata perubahan hanya saja dalam segala persoalan-persoalan yang kita hadapi atau kita rasakan, semua ini tidak dapat dijalankan tanpa sebuah kesadaran dari setiap individu masyarakat maupun kelompok masyarakat untuk menjaga kebersihan, maka kebersihan itu tidak akan berguna dan menimbulkan banyak kerugian. Sebagaimana kita ketahui bahwa pandangan masyarakat tentang sadar pentingnya kebersihan lingkungan sangatlah minim/kurang. maka dari itu kita harus menyadari akan pentingnya kebersihan lingkungan mulai dari rumah kita sendiri misalnya rajin menyapu halaman rumah, rajin membersihkan selokan rumah kita, membuang sampah pada tempatnya, dan masih banyak lagi. Hal yang mungkin bisa dilakukan kita walaupun terkadang susah untuk dilakukan atau dilaksanakan, itu harus ditingkatkan dan dipentingkan. Kalau bukan kita yang memulai lalu siapa lagi?  Lingkungan akan lebih baik jika semua orang sadar dan bertanggung jawab akan kebersihan lingkungan, karena hal itu harus ditanamkan sejak dini, di sekolah pun kita diajarkan untuk selalu hidup bersih. Di agama islam pun kita di ajarkan untuk selalu hidup bersih, karena kebersihan itu adalah sebagaian dari iman. Untuk itu, mari kita melakukan gerakan perubahan demi terciptanya lingkungan yang bersih dan terbebas dari wabah penyakit (baca di www.blogspot.com, 2012).
Fakta telah membuktikan kalau lingkungan hidup di sekitar kita itu memang kotor dan tidak terjaga, contoh saja di sungai-sungai pasti banyak orang yang membuang sampah sembarangan disana. Bukan hanya itu dijalanpun banyak sampah yang berserakan baik organik maupun non organik. Dan lebih parahnya lagi di dalam rumahpun sampah masih bisa berserakan. Coba bayangkan dan fikirkan betapa kotornya lingkungan di sekitar kita, untuk itu sudah sangat membuktikan kalau masyarakat memang belum bisa menjaga lingkungan hidup supaya tidak ada penyebaran penyakit tapi tetap belum bisa di ubah sampai saat ini.

  1. KESEHATAN MASYARAKAT
Kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain diluar kesehatan sendiri. Demikian pula pemecahan kesehatan masyarakat, tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya sendiri, tapi harus dilihat dari segi-segi yang ada pengaruhnya terhadap masalah ’sehat-sakit’ atau kesehatan tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan, baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat. Status kesehatan akan tercapai secara optimal, bilamana keempat faktor (keturunan, lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan) secara bersama-sama mempunyai kondisi yang optimal pula. Kalau hanya satu faktor yang terganggu maka status kesehatan akan tergeser di bawah optimal.
Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimal pula. Mengingat bahwa masalah kesehatan lingkungan di negara-negara yang sedang berkembang adalah berkisar pada sanitasi (jamban), penyediaan air minum, perumahan (housing), pembuangan sampah, dan pembuangan air limbah (air kotor). Sejarah perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia dimulai sejak pemerintahan Belanda abad ke-16. Kesehatan masyarakat di Indonesia pada waktu itu di mulai dengan adanya upaya pemberantasan penyakit yang sangat ditakuti oleh masyarakat seperti cacar dan kolera. Dalam kesehatan masyarakat mempunyai batasan-batasan dari mulai yang sangat sempit ke yang sangat luas. Seperti dimulai dari batasan yang paling tua, dikatakan bahwa kesehatan adalah upaya-upaya untuk mengatasi masalah-masalah sanitasi yang mengganggu kesehatan. Dengan kata lain kesehatan masyarakat adalah sama dengan sanitasi. Upaya memperbaiki dan meningkatkan sanitasi lingkungan merupakan kegiatan kesehatan masyarakat (baca selengkapnya di Notoatmojo, S. (2007)).
Pada awal abad ke-19, kesehatan masyarakat sudah berkembang dengan baik, kesehatan masyarakat diartikan suatu upaya integrasi antara ilmu sanitasi dengan ilmu kedokteran. Sedangkan ilmu kedokteran itu sendiri merupakan integrasi antara ilmu biologi dan ilmu sosial. Dalam perkembangan selanjutnya, kesehatan masyarakat diartikan sebagai aplikasi dan kegiatan terpadu antara sanitasi dan pengobatan dalam mencegah penyakit yang melanda penduduk atau masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat sebagai objek penerapan ilmu kedokteran dan sanitasi yang mempunyai aspek sosial ekonomi dan budaya yang sangat kompleks. Akhirnya kesehatan masyarakat diartikan sebagai aplikasi keterpaduan antara ilmu kedokteran, sanitasi, dan ilmu sosial dalam mencegah penyakit yang terjadi di masyarakat. Batasan kesehatan masyarakat yang masih relevan sampai sekarang adalah, kesehatan masyarakat yaitu: ilmu dan seni: mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui ‘ usaha-usaha pengorganisasi masyarakat’ untuk: perbaikan sanitasi lingkungan, pemberantasan penyakit-penyakit menular, pendidikan untuk kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan, pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatan (winslow, 1920) / (hal.14).
Dari batasan tersebut tersirat bahwa kesehatan masyarakat adalah kombinasi antara teori (ilmu) dan praktik (seni) yang bertujuan untuk mencegah penyakit, memperpanjang usia hidup, dan meningkatkan kesehatan penduduk (masyarakat). Ketiga tujuan tersebut sudah pasti saling berhubungan antara satu sam lainnya. Menurut Winslow mengusulkan cara atau pendekatan yang di anggap paling efektif adalah melalui ‘upaya-upaya pengorganisasi masyarakat’. Pengorganisasi masyarakat dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan kesehatan masyarakat, pada hakikatnya adalah menghimpun potensi masyarakat atau sumber daya (resources) yang ada didalam masyarakat itu sendiri untuk upaya-upaya, yaitu: preventif, kuratif, promotif, dan rehabilitatif kesehatan mereka sendiri. Pengorganisasian masyarakat dalam bentuk penghimpunan dan pengembangan potensi dan sumber-sumber daya masyarakat dalam konteks ini pada hakikatnya adalah menumbuhkan, membina, dan mengembangkan partisipasi masyarakat dibidang pembangunan kesehatan.
Menumbuhkan partisipasi masyarakat tidaklah mudah, memerlukan pengertian, kesadaran, dan penghayatan oleh masyarakat terhadap masalah-masalah kesehatan mereka sendiri, serta upaya-upaya pemecahannya. Untuk itu diperlukan pendidikan kesehatan masyarakat melalui pengorganisasi dan pengembangan masyarakat. Jadi pendekatan utama yang diajukan oleh Winslow dalam rangka mencapai tujuan-tujuan kesehatan masyarakat sebenarnya adalah salah satu strategi atau pendekatan pendidikan kesehatan. Selanjutnya, Winslow secara implisit mengatakan bahwa kegiatan kesehatan masyarakat itu mencakup: a) sanitasi lingkungan, b) pemberantasan penyakit, c) pendidikan kesehatan (hegine), d) manajemen (pengorganisasi), e) pengembangan rekayasa sosial dalam rangka pemeliharaan kesehatan masyarakat. Dari lima bidang kegiatan kesehatan masyarakat tersebut, dua kegiatan diantaranya yakni kegiatan pendidikan hegine dan rekayasa sosial adalah menyangkut kegiatan pendidikan kesehatan. Sedangkan kegiatan bidang sanitasi, pemberantasan penyakit, dan pelayanan kesehatan, sesungguhnya tidak sekedar penyediaan sarana fisik, fasilitas kesehatan dan pengobatan saja, tetapi perlu upaya pemberian peringatan dan kesadaran kepada masyarakat tentang manfaat dan pentingnya upaya-upaya atau fasilitas fisik tersebut dalam rangka pemeliharaan, peningkatan, dan pemulihan kesehatan mereka. Apabila tidak disertai dengan upaya-upaya ini maka sarana atau fasilitas pelayanan tersebut tidak atau kurang berhasil dan optimal.

  1. LINGKUNGAN HIDUP
Masalah lingkungan sudah ada sejak dulu kala, tetapi dampak yang lebih luas mulai dirasakan pada dasawarsa 1950-an, akibat dari berkembangnya teknologi. Beberapa hal yang menyebabkan timbulnya masalah suatu lingkungan adalah tingginya tingkat pertumbuhan penduduk, meningkatnya kualitas dan kuantitas limbah, dan karena adanya pencemaran lintas batas negara. Masalah lingkungan untuk saat ini juga menjadi salah satu isu yang paling hot dan sering dibahas pula baik oleh pemerintah, peneliti maupun badan organisasi di level internasional maupun lokal, seperti lingkungan global. Etika lingkungan hidup untuk saat ini juga dipahami sebagai refleksi kritis tentang apa yang harus dilakukan manusia dalam menghadapi pilihan-pilihan moral yang terkait dengan isu lingkungan hidup. Termasuk juga dengan apa yang akan diputuskan oleh manusia dalam membuat pilihan moral dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang berdampak pada lingkungan hidup.
Etika lingkungan hidup merupakan suatu petunjuk atau suatu arah perilaku praktis manusia dalam mengusahakan terwujudnya moral lingkungan. Dengan etika lingkungan kita sebagai manusia tidak hanya mengimbangi hak dan kewajiban terhadap lingkungan, tetapi etika lingkungan hidup juga membatasi perilaku, tingkah laku dan upaya untuk mengendalikan berbagai kegiatan agar tetap berada dalam batas kelentingan suatu lingkungan hidup. Jadi etika lingkungan hidup juga berbicara mengenai relasi diantara semua kehidupan di alam semesta ini, yaitu antara manusia dengan manusia yang memiliki sebuah dampak pada alam dan antara manusia dengan makhluk lain atau dengan alam secara keseluruhan, termasuk di dalamnya berbagai kebijakan yang mempunyai dampak langsung atau tidak langsung terhadap alam. Untuk mencapai suatu etika lingkungan hidup tersebut, diperlukan pemahaman tentang perubahan paradigma, yaitu sebuah pandangan dasar yang dianut oleh para ahli pada kurun waktu tertentu, yang diakui sebuah kebenarannya, dan di dukung oleh sebagian besar komunitas serta berpengaruh juga terhadap perkembangan ilmu dan kehidupan terhadap lingkungan hidup itu sendiri.
Menurut kutipan dari Harvey dan Holly (1981) pengertian dari paradigma yang kemudian di kemukakan oleh Kuhn dalam The Structure of Scientific Revolution (1970) yang mengartikan paradigma sebagai “keseluruhan kumpulan (konstelasi) kepercayaan-kepercayaan, nilai-nilai, cara-cara (teknik) mempelajari, menjelaskan, cakupan dan sasaran kajian, dan sebagainya yang dianut oleh warga suatu komunitas tertentu”. Prinsip etika lingkungan hidup juga dirumuskan sebagai tujuan untuk dapat digunakan sebagai pegangan dan tuntutan bagi perilaku manusia dalam berhadapan dengan alam, baik perilaku terhadap alam secara langsung maupun perilaku terhadap sesama manusia yang berakibat fatal atau merusak pada alam. Secara lebih luasnya lagi, dapat dipakai sebagai sebuah pedoman dalam pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
         Sebagai manusia kita juga harus mengetahui apa saja prinsip dari etika lingkungan hidup yaitu, pertama seperti sikap hormat kita terhadap alam atau respect for nature, karena manusia itu merupakan bagian integral dari alam, manusia juga merupakan makhluk yang mempunyai kedudukan paling tinggi, mempunyai kewajiban menghargai hak semua makhluk hidup untuk berada, hidup, tumbuh, dan berkembang secara ilamiah sesuai dengan tujuan penciptanya. Kedua prinsip tanggung jawab atau moral responsibility for nature, untuk prinsip tanggung jawab bukan hanya untuk individu tetapi juga secara berkelompok atau kolektif, untuk setiap orang dituntut untuk bertanggung jawab memelihara alam semesta ini sebagai milik bersama dan bukan hanya milik pribadi, maka dari itu rasa tanggung jawab akan muncul dengan sendirinya dalam diri manusia kendati yang dihadapi merupakan milik bersama bukan milik pribadi. Ketiga solidaritas kosmis atau cosmic solidarity, merupakan sebuah solidaritas kosmis yang mendorong manusia untuk menyelamatkan lingkungan, menyelamatkan semua kehidupan di alam, solidaritas ini juga mencegah manusia untuk tidak merusak dan mencemari alam dan seluruh kehidupan di dalamnya, solidaritas kosmis juga berfungsi untuk mengontrol perilaku manusia dalam batas-batas keseimbangan kosmis, serta mendorong manusia untuk mengambil kebijakan yang pro-alam, pro-lingkungan atau tidak setuju jika ada tindakan yang merusak alam. Keempat prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam atau caring for nature, merupakan sebuah prinsip moral satu arah artinya tanpa mengharapkan imbalan atau balasan. Prinsip ini diharapkan untuk semakin mencintai dan peduli terhadap alam dan manusia semakin berkembang menjadi manusia yang matang atau sebagai pribadi yang kuat. Kelima prinsip tidak merugikan atau no harm, prinsip yang tidak merugikan yang tidak perlu. Keenam prinsip hidup yang sederhana dan selaras dengan alam, prinsip ini menekan pada sebuah nilai, kualitas, cara hidup, dan bukan kekayaan, sarana, standar material. Ketujuh prinsip keadilan, prinsip ini lebih di tekankan pada bagaimana manusia harus berperilaku satu dengan yang lainnya dalam keterkaitan dengan alam semesta dan bagaimana sistem sosial harus diatur agar berdampak positif pada kelestarian lingkungan hidup. Kedelapan prinsip demokrasi, prinsip yang sangat terkait dengan hakikat alam yang memberikan tempat seluas-luasnya bagi sebuah perbedaan, keanekaragaman, pluralitas, seorang pemerhati lingkungan seperti multikulturalisme, diversifikasi pola tanam, diversifikasi pola makan, keanekaragaman hayati, dan sebagainya. Kesembilan prinsip integritas moral prinsip moral yang mengamankan kepentingan publik, seperti mempunysi kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan terutama kepentingan masyarakat (PLH, B. A. (2009). Pendidikan Lingkungan Hidup).
Dari kesembilan prinsip etika lingkungan hidup tersebut dapat diharapkan menjadi filter atau pedoman manusia supaya berperilaku arif bagi setiap orang dalam berinteraksi dengan lingkungan hidup sebagai bentuk mewujudkan pembangunan di segala bidang, baik pembangunan secara berkelanjutan berwawasan lingkungan hidup atau pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Untuk itu perilaku manusiapun perlu untuk diperhatikan, perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas, baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar atau secara tidak langsung.
Tidak hanya sekedar tahu etika-etika dan prinsip-prinsip tentang lingkungan hidup diatas, tapi kita juga harus tau betapa pentingnya hukum tata lingkungan hidup, yang merupakan penataan lingkungan guna mencapai keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup, baik lingkungan hidup fisik maupun lingkungan hidup sosial budaya. Apabila dikaitkan dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur berbagai aspek lingkungan, maka panjang atau pendeknya sejarah tentang peraturan tersebut tergantung dari apa yang dipandang sebagai ‘ environmental concern ’. sebagian besar dari hukum, baik berdasarkan perundang-undangan maupun berdasarkan keputusan-keputusan hakim, yang berkembang sebelum abad ke-20, tidaklah ditujukan untuk melindungi hidup secara menyeluruh, akan tetapi hanyalah untuk berbagai aspek yang menjangkau ruang lingkup yang sempit. Perkembangan yang berarti bersifat menyeluruh dan menjalar ke berbagai pelosok dunia dalam bidang peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup terjadi setelah adanya konverensi PBB tentang lingkungan hidup manusia di stockholm pada tahun 1972 (PLH, B. A. (2009)). Menurut Drupsteen mengemukakan, bahwa hukum lingkungan adalah hukum yang berhubungan dengan lingkungan alam dalam artian seluas-luasnya.

  1. MASYARAKAT YANG KURANG MEMPERHATIKAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN HIDUP
Masyarakat sekarang memang sangat kurang memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkungan hidup yang seharusnya diperhatikan tapi malah di biarkan sehingga menimbulkan berbagai wabah penyakit yang membahayakan bagi tubuh kita. Jaman sekarang juga jarang sekali orang yang memperhatikan kesehatannya, bahkan sekarang juga banyak yang terkena penyakit akibat ulahnya sendiri. Seperti, merokok juga termasuk kegiatan yang dapat merusak kesehatan secara cepat, karena lebih berbahaya lagi yang berada disamping si perokok, itu merupakan sebagai perokok pasif yang mungkin dampaknya lebih bahaya dari si perokok.
Masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang mungkin bisa mengganggu kesehatan masyarakat, seperti polusi (baik polusi air, dan udara) lingkungan kotor/kumuh, limbah (baik limbah pabrik, rumah tangga), dan lain-lain. Untuk itu marilah kita pedulikan kesehatan kita dengan menjaga lingkungan kita supaya tetap bersih dan sehat, supaya kita terhindar dari macam-macam penyakit.
Lingkungan juga sekarang sering diabaikan, tidak diperdulikan, bahkan dibiarkan dengan amat tidak baiknya yang menjadikan lingkungan kita sekarang yang penuh dengan bermacam-macam skandal didalamnya. Mungkin kita sebagai makhluk sosial harus peka dan tau keadaan lingkungan seperti apa? Untuk itu marilah kita pedulikan lingkungan supaya tetap terjaga keasriannya, kenyamanannya dan keelokannya. Maka akan tercipta suatu lingkungan hidup yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan tentram.

  1. PEMERINTAH YANG KURANG MEMPERHATIKAN LINGKUNGAN HIDUP PADA MASYARAKAT
Pemerintah masih tetap kurang akan memperhatikan kebersihan lingkungan hidup pada masyarakat yang pada saat ini tergolong kumuh, jorok, dan tidak nyaman untuk di tempati. Kenapa seperti itu? Karena saat ini mulai dari masyarakat sampai dengan pemerintah kurang adanya rasa tanggung jawab terhadap keadaan sekitar. Dan masyarakat sekarang lebih suka hidup di kota dari pada didesa, hal itu sangat mempengaruhi kehidupan dan kebersihan lingkungan hidup. Sehingga, kebanyakan sekarang yang terjadi dalam perubahan pola peruntukan tanah, di mana sekarang lebih banyak orang-orang hidup di kota-kota besar dibanding dengan di daerah pedesaan. Kota-kota penuh sesak sehingga harus memperluas areal untuk perumahan ke wilayah pedesaan dengan mengorbankan tanah pertanian. Kota besar yang kumuh dan kotor mengganggu kesehatan manusia dan menimbulkan bibit-bibit penyakit baru dilingkungan hidup yang kita tempati saat ini.
Sebenarnya di daerah perkotaan memang banyak sekali daerah yang kumuh, kotor, dan tidak layak untuk ditempati, tetapi masyarakat sekarang tetap nyaman dengan keadaan yang seperti itu. Dimana keadaan tersebut yang banyak menimbulkan wabah penyakit. Sedangkan daerah pedesaan lebih nyaman dibandingkan dengan daerah perkotaan, yang udara di pedesaan masih bersih dan tidak sama seperti di perkotaan yang banyak polusi di mana-mana.
Dari situlah seharusnya pemerintah sadar akan hal-hal yang bisa membahayakan masyarakat sekitar akibat dari kurang perhatian kebersihan lingkungan hidup. Untuk itu, pemerintah bisa mendorong dan turun langsung kejalan untuk melakukan kebersihan bersama dengan masyarakat umum, khususnya di daerah yang kumuh, kotor, dan tidak layak ditempati tersebut. Karena pemerintah adalah orang yang pertama berperan dalam melestarikan lingkungan sekitar, supaya tercipta kehidupan masyarakat yang aman, nyaman, dan tentram. Dalam hal ini, pemerintah seharusnya bisa melakukan hal-hal yang mungkin bisa merubah kegiatan masyarakat yang masih kurang dalam memperhatikan lingkungan hidup sekarang dan untuk masa depan.

  1. KESIMPULAN
Dari semua paparan diatas dapat disimpulkan bahwa kebersihan lingkungan sangatlah penting bagi kehidupan manusia karena disamping itu menyangkut dengan kesehatan dan masalah lingkungan pula. Kebersihan lingkungan itu sendiri adalah menciptakan sebuah lingkungan yang sehat sehingga tidak gampang terserang berbagai macam penyakit seperti demam berdarah, muntaber dan lain-lain. Semuanya saling berkaitan antara menjaga kebersihan lingkungan, yang jika lingkungan hidup bersih dan nyaman pasti kesehatan masyarakatpun tidak terganggu atau terancam terkena penyakit.
Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimal pula. Menumbuhkan partisipasi masyarakat tidaklah mudah, memerlukan pengertian, kesadaran, dan penghayatan oleh masyarakat terhadap masalah-masalah kesehatan mereka sendiri, serta upaya-upaya pemecahannya dan pencegahanya. Karena tidak ada satupun dimuka bumi ini yang berdiri sendiri, semuanya saling bergantung dan saling membutuhkan dan juga saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Tapi kebanyakan masyarakat belum sadar dan masih tetap tidak perduli terhadap lingkungan hidup dan kesehatannya.
Kebersihan tidak sama dengan kemewahan, kebersihan adalah usaha manusia supaya lingkungan tetap sehat terawat secara berkelanjutan. Segala sesuatu ada kata perubahan hanya saja dalam segala persoalan-persoalan, semua ini tidak dapat dijalankan tanpa sebuah kesadaran dari setiap individu, masyarakat maupun kelompok masyarakat untuk menjaga kebersihan, maka kebersihan itu tidak akan berguna dan menimbulkan banyak kerugian. Lingkungan akan lebih baik jika semua orang sadar dan bertanggung jawab akan kebersihan lingkungan, karena hal itu harus ditanamkan sejak dini, di sekolah pun kita diajarkan untuk selalu hidup bersih. Di agama islam pun kita di ajarkan untuk selalu hidup bersih, karena kebersihan itu adalah sebagaian dari iman.
Manusia juga perlu memperhatikan etika lingkungan hidup yang merupakan suatu petunjuk atau suatu arah perilaku praktis manusia dalam mengusahakan terwujudnya moral lingkungan. Dengan etika lingkungan kita sebagai manusia tidak hanya mengimbangi hak dan kewajiban terhadap lingkungan, tetapi etika lingkungan hidup juga membatasi perilaku, tingkah laku dan upaya untuk mengendalikan berbagai kegiatan agar tetap berada dalam batas kelentingan suatu lingkungan hidup. Jadi etika lingkungan hidup juga berbicara mengenai relasi diantara semua kehidupan di alam semesta ini, yaitu antara manusia dengan manusia yang memiliki sebuah dampak pada alam dan antara manusia dengan makhluk lain atau dengan alam secara keseluruhan, termasuk di dalamnya berbagai kebijakan yang mempunyai dampak langsung atau tidak langsung terhadap alam. Oleh karena itu, cintai dan jagalah lingkungan hidup supaya menciptakan kebersihan suatu lingkungan yang berkelanjutan yang bisa berdampak baik bagi kesehatan masyarakat di lingkungan hidup yang manusia tempati untuk saat ini.

Daftar pustaka

Reverensi Media Cetak
Drupsteen,(2009). Pendidikan Lingkungan Hidup. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Hardejosoemantri, K. (1993). Hukum Tata Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University.
Harvey, Holly, & Khun. (1981), (1970). pengertian dari paradigma dalam The Structure of Scientific Revolution.
Notoatmojo, S. (2007). Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.
PLH, B.A. (2009). Pendidikan Lingkungan Hidup. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Setiono Kusdwiratri, M.S. (2010). Manusia, Kesehatan dan Lingkungan.Bandung: P.T.ALUMNI.
Winslow, (1920). Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.(hal.14).

Reverensi Media Massa
Amalina, N. (2012, November 10). Kurangnya Kepedulian Masyarakat Terhadap Lingkungan. Retrieved Oktober 19, 2013, from www.blogspot.com: http://nellaamalina.blogspot.com /2012/11/kurangnya-kepedulian-masyarakat.html. 10 november 2012.
laila. (2012, January 27). Arti Kebersihan Lingkungan. Retrieved Oktober 19, 2013, from www.blogspot.com : http://laila-kebersihanlingkungan.blogspot.com/
laila. (2012, January 26). Manfaat Menjaga Kebersihan Lingkungan. Retrieved Oktober 19, 2013, from www.blogspot.com: http://laila-kebersihanlingkungan.blogspot.com /2012/01/manfaat-menjaga-kebersihan-lingkungan.html

Marlina, E. (2012, Februari 27). Peduli Terhadap Kebersihan Lingkungan. Retrieved Oktober 19, 2013, from www.blogspot.com: http/erlinmarlina-duaipaduablogspotcom.blogspot.com/2012/02/peduli-terhadap-lingkungan-kebersihan.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar