Minggu, 29 Desember 2013

Pramuka Dalam Pendidikan Karakter


Pramuka Dalam Pendidikan Karakter

Oleh:

Chandra Dwi Widyantoro

Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan

Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang


 

Abstrak

 

Gerakan Pramuka di Indonesia tidak lepas dari gerakan kepanduan dunia. Gerakan Kepanduan adalah sebuah gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh mendunia. Gerakan kepanduan tersebut meluas sampai ke Indonesia dan di bawa oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX. Dan sampai saat ini Gerakan Pramuka di Indonesia telah berkembang dan banyak membantu dalam dunia pendidikan sebagai salah satu pendidikan karakter. Dalam saat ini berbagai lembaga di Indonesia juga mendukung pramuka sebagai pembangun karakter yang baik bagi para kaum muda. Pada saat ini saja mayoritas karakter kamum muda telah mengalami pergeseran yang amat besar yang kadang menentang agama. Karakter tersebut dengan mudahnya cepat menyebar ke kalangan kaum muda yang lain, karena kemudahan berkomunikasi yang tek kenal waktu dan jarak. Disinilah nilai nilai pramuka bergun untuk mengembalikan kaum muda menjadi makhluk yang beriman dan berguna bagi nusa serta bangsa.

 

Kata Kunci : Pramuka, Pendidikan Karakter, Kaum muda

 

Pendahuluan

 

Pada zaman sekarang ini banyak kaum muda yang memliki karakter yang buruk. Hal tersebut dikarenakan salah satunya yaitu minimmnya pendidikan moral dalam pendidikan formal, informal maupun non formal. Sehingga sekarang ini kaum muda mudah salah dalam memilih pergaulan yang baik. Kebanyakan kaum muda saat ini tidak mempertimbangkan apakah pergaulan itu baik atau buruk. Hal itu juga di pengaruhi oleh perkembangan teknologi komunikasi, sehingga sekarang ini kita dapat berkomunikasi dengan siapa saja, dimana saja dan kapanpun juga. Disinilah peran pramuka untuk membenahi karakter kaum muda yang lain agar menjadi karakter yang baik. Dari pertama kali masuknya pramuka ke Indonesia yang masih menjadi organisasi pandu hingga sekaran ini yang kita kenal sebagai Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.

Pramuka pada zaman sekarang ini mulai maju dalam segala bidang, seperti telah dibentuknya gugus depan di tiap sekolahan. Tidak hanya di dalam sekolahan Pramuka saat ini juga masu dalam lembaga pemerintahan seperti pendidikan pramuka di dalam naungan TNI (Tentara Nasional Indonesia), Polisi, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, Dinas Kehutanan, dan masih banyak lagi yang lain. Salah satu tujuan dibentuknya pramuka dalam naungan lembaga tersebut yaitu untuk mendidik para generasi muda menjadi generasi yang berkarakter baik dan berbudi luhur, serta aagar para generasi muda dapat membangun negri yang yang dicita citakan bangsa Indonesia. Zaman yang semakin maju kadang membuat karakter generasi muda di Indonesia semakin berkurang dan kadang terjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik.

 

 

Pembahasan

 

Pendidikan karakter saat ini menjadi perhatian pada bidang pendidikan. Pada saat ini pendidikan karakter di gencarkan mulai sejak usia dini. Karena pada sekarang ini karakter kaum muda dapat menimbulkan banngsa ini menjadi saling bermusuhan. Banyak kasus pada saat ini yang mencerminkannya karakter yang kurang baik. Seperti tawuran, mencontek, video porno,dan lain lain. Disinilah pendidikan karakter diperlukan untuk merubah kepribadian kaum muda yang saat ini mulai melenceng. Setiap orang pada dasarnya memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda beda. Dan kadang kala karakter dan kepribadian itu didapat dari keturunan. Kepribadian tersebut juga dapat hilang, salah satun yang mempengaruhinya yaitu lingkungan dimana dia berada dan dengan siapa dia bergaul. Banyak yang dilakukan oleh kaum muda itu tidak baik seperti tawuran, melakukan sex bebas dan lain lain. Banyak dari keluarga tidak memberikan pendidikan karakter yang baik pada saat ini. Dan itu menjadikan karakter baik pemuda zaman sekarang itu berkurang. Karena DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) menyatakan bahwa secara khusus pendidikan karakter memiliki tiga fungsi utama, yaitu :

·         Pembentukan dan Pengembangan Potensi

Pendidikan karakter berfungsi membentuk dan mengembangkan potensi manusia atau warga negara Indonesia agar berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik sesuai dengan falsafah hidup Pancasila.

·         Perbaikan dan Penguatan

Pendidikan karakter berfungsi memperbaiki karakter manusia dan warga negara Indonesia yang bersifat negatif dan memperkuat peran keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah untuk ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam pengembangan potensi manusia atau warga negara menuju bangsa yang berkarakter, maju, mandiri, dan sejahtera.

·         Penyaring

Pendidikan karakter bangsa berfungsi memilah nilai-nilai budaya bangsa sendiri dan menyaring nilai-nilai budaya bangsa lain yang positif untuk menjadi karakter manusia dan warga negara Indonesia agar menjadi bangsa yang bermartabat.

 

Pendidikan karakter tersebut berdasar kan 2 kata yaitu “pendidikan” dan Kaakter”. Pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. Sedangkan karakter yaitu watak, tabiat, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan  yang dinyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap dan bertindak. Maka Pendidikan karater yaitu proses pewarisan budaya pada generasi muda untuk membentuk kepribadian sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap dan bertindak (Lestari, 2013). Pendidikan karakter dapat menciptakan kaum muda menjadi makhluk yang beriman kepada Tuhan Yang maha Esa, berakhlak mulia, berbudi luhur dan dapat menjaga setiap pikiran, perilaku serta dapat bertanggung jawab. Dalam tujuan pendidikan nasional,  pendidikan karakter merupakan gambaran tentang kualitas manusiaIndonesia yang harus dikembangkan oleh satuan pendidikan, serta menjadi dasar dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa. Pendidikan karakter lebih mudah  diberikan pada usia dini, hal ini akan mudah diterima dan tersimpan dalam memori anak,  akan membawa pengaruh pada perkembangan watak dan pribadi anak hingga dewasa. Untuk itu pendidikan karakter akan mudah diberikan  melalui jalur pendidikan, salah satunya adalah pendidika nonformal. Jadi kecerdasan emosional dan sosial lebih membawa dampak pada  perjalanan hidup bahkan karier anak dikemudian hari. Berbagai media bisa digunakan untuk pendidikan karakter, salah satunya melalui Kepramukaan.

 

Gerakan pramuka dalam hal ini membantu dalam upaya membuat karakter kaum muda menjadi lebih baik. Hal tersebut tersirat juga didalam visi misinya yang terdapat pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA. Serta diatur dalam AD/ART (Anggaran Dasar/ Anggaran rumah Tangga) hasil MUNAS LUB (Musyawarah Nasional Luar Biasa) tahun 2012 tentang Kurikulum dan Satuan Pendidikan Kepramukaan. Yang isinya kurikulum pendidikan kepramukaan terdiri dari kurikulum umum yang disebut sebagai Syarat Kecakapan Umum atau SKU dan kurikulum kusus yang disebut sebagai Syarat Kecakapan Kusus atau SKK. Sedangkan kurikulum kepramukaan untuk tenaga pendidik terdiri atas kurikulum pendidikan Pembina pramuka seperti kurikulum kursus Pembina tingkat dasar dan kurikulum Pembina tingkat lanjut. Selanjutnya kurikulum pendidikan pelatih pembina pramuka yaitu kurikulum kursus pelatih Pembina tingkat dasar dan kurikulum kursus pelatih Pembina tingkat lanjut. Kemudian kurikulum pendidikan pamong satuan karya pramuka dan instruktur satuan karya pramuka atau SAKA. Dalam pramuka juga terdapat 10 pilar utama. Pertama takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua cinta alam dan kasih saying sesame manusia. Ketiga patriot yang sopan dan kesatria. Keempat patuh dan suka bermusyawarah. Kelima relamenolong dan tabah. Ke enam rajin, terampil, dan gembira. Ketujuh hemat cermat dan bersahaja. Delapan disiplin, berani, dan setia. Ke Sembilan bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Ke sepuluh suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.

 

Dalam mengimplemasikan 10 pilar tersebut, antara anggota  penggalang, penegak dan pandega hingga anggota dewasa disesuaikan dengan perkembangan rohani dan jasmani. Sedangkan untuk  anggota siaga pilar yang digunakan untuk menanamkan pendidikan karakter melalui  Dwi darma, yang berbunyi sebagai berikut “ Siaga itu menurut ayah dan bundanya, serta siaga itu berani dan tidak putus asa”.  Mengingat usia siaga masih senang dengan bermain, maka dalam menanamkan norma pramuka melalui media permainan dan visual serta contoh dari bunda dan ayahdanya. Jika 10 pilar tersebut dapat terwujud maka karakter kaum muda akan menjadi karakter yang baik dan berguna bagi nusa dan bangsa. Maka dengan demikian para Pembina sekarang dengan gencarnya untuk membina para peserta didiknya untuk dapat menepati atau menjalankan 10 pilar tersebut sehingga menjadikan mereka menjadi salah satu anggota masyarakat yang dapat berguna bagi nusa dan bangsa.Sehingga para Pembina mulai berkreasi dalam menyampaikan materi pramuka agar para peserta didik merasa nyaman dan senang dalam menerima materi yang diberikan.Didalam penyampaian materi juga terkadang diselipi dengan pendidikan karakter dan moral.

Dalam kepramukan itu dikenal metode kepramukaan. Metode Kepramukaan pada intinya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan yang keterkaitanya keduanya terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan Pramuka. PDK (Prinsip Dasar Kepramukaan) dan MK (Metode Kepramukaan ) harus dilaksanakan secara terpadu, keduanya harus berjalan seimbang dan saling melengkapi. Dalam setiap unsur metode kepramukaan merupakan bagian tersendiri yang mempunyai fungsi pendidikan tersendiri, dan seluruhnya bersamasama memperkuat untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan kepramukaan.

Metode kepramukaan merupakan salah cara belajar interaktif progresif melalui:

  • Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka.
  • Belajar sambil melakukan.
  • Sistem beregu.
  • Kegiatan yang menantang dan menarik serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda.
  • Kegiatan di alam terbuka.
  • Kemitraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan.
  • Sistem tanda kecakapan.
  • Sistem satuan terpisah untuk putra dan untuk putri.
  • Kiasan dasar.

Dalam pramuka juga mengenal tentang berorganisasi. Dalam setiap organisasi kepramukaan dapat menciptkan peserta didik yang berkarakter jika dalam proses pendidikan tidak hanya mengedepankan tentang tekhnik kepramukaannya saja. Akan tetapi juga mengedepankan kemampuan, ketrampilan, sikap berorganisasi dan kekeluargaan yang erat. Banyak dari anggota gerakan pramuka yang mulanya berawal dari organisasi pramuka menjadi satu keluarga yang erat sehingga menambah banyak relasi atau kawan. Damlam berorganisasi memiliki prinsip prisip seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Di dalam organisasi para siswa dapat diawasi oleh berbagai pihsk dalam setiap perkembangannya.

Perkemahan juga sering dilakukan oleh para anggota pramuka untuk menjali kekeluargaan yang erat. Tapi bukan cuma itu saja tujuan dari perkemahan yang salah satunya yaitu membentuk karakter mandiri yang merupakan salah satu wujud yang dapat dilihat oleh siapapun. Pada saat ini kegitan perkemhan tersebut jarang sekali dilaksanakan karena beberapa factor penghambat, seperti ketidak percayaan orang tua kepada pengelola satuan gerakan pramuka dan kekawatiran orang tua kepada para anaknya karena jauh dari keluarga. Kecerdasan sosial terbentuk dalam kegiatan perkemahan. Hal ini terlihat dari bagaimana mereka bisa berkoordinasi dan saling percaya kepada seruruh anggota regunya. Serta sikap saling menghormati, sikap saling menghargai, dan sikap peduli yang akan teruji dalam regu atau kelompoknya.

Dapat dilihat mulai dari visi misi pramuka dan dasa darma tersebut bahwa pramuka ingin menanamkan nilai kebaikan pada semua manusia khususnya kaum muda yang menjadi penentu suatu bangsa. Tapi para generasi muda juga berperan sebagai subjek sejarah, aktor pelaku, serta sebagai kreator yang menentukan  wajah bangsa Indonesia di masa mendatang, terutama dalam masa pembangunan global seperti sekarang ini. Kemajuan bangsa Indonesia untuk 50 tahun ke depan terletak di pundak para generasi muda. Tentu hal tersebut tidak akan dapat diraih tanpa adanya generasi muda yang berkualitas dan bermartabat. Sehingga diharapkan terciptanya karakter kaum muda yang dapat membangun perkembangan bangsa. Jika pada MISI diartiakan dam setiap point tersendiri menjadi

  • Semua kaum muda diajak ikut serta untuk menjadi anggota Gerakan Pramuka
  • Membina semua anggota Gerakan Pramuka menjadi berjiwa dan berwatak seperti Pramuka sesungguhnya dan berlandaskan iman dan taqwa serta mengikuti perkembangan zaman
  • Menjadikan setiap anggota Gerakan Pramuka memiliki jiwa patriotisme guna membela dan mengembangkan negara Indonesia sesuai dengan cita cita bangsa
  • Menggerakkan setiap anggota Gerakan Pramuka menjadi manusia yang peduli akan sesama makhluk dan dapat ikut serta menyelesaikan masalah kemasyarakatan secara tanggap dan benar

 

Dalam pendidikan sekarang ini mulanya di gencarkan tentang pendidikan karakter dari penerapan system kurikulum 2013 yang saat ini mulai di jalankan. Dalam Kurikulum 2103 memang ditekankan untuk pendidikan karakter karena banyak disekolahan sekarang banyak yang tidak membangun karakter dan kompetensi-kompetensi kunci yang diperlukan agar hidup sehat dan produktif. Malah banyak dari sekian ban Malah banyak dari sekian banyak sekolahan ternama hanya menonjolkan pada hasil prestasi siswa dalam bidang akademik. Sehingga seolah olah pendidikan karakter yang seharusnya paling utama menjadi tersampingkan bahkan sampai dilupakan. Dengan di terapkannya kurikulum 2013 yang didalamnya terdapat pendidikan karakter berharap kaum muda akan memuliki karakter yang baik. Dan sebagai penunjang pendidikan karakter maka pramuka disisipakan dalam kurikulum 2013. 

Karakter yang mendominan dan menentukan karakter yang lain yaitu “Emosi”. Emosi memang sangat berpengaruh besar terhadap perilaku seseorang. Dalam contoh hal ini adalah ketika emosi sesorang sedang memuncak atau yang kita sering katakana tidak mood, ketika seseorang menyindir atau melakukan kesalah sekecil mungkin seseorang tersebut akan meluapkan segala emosinya dengan melakukan sesuatu yang sering kita dengar yaitu tawuran, perkelahian, percecokkan dan lain lain. Dan salah satu contoh lagi adalah jika emosi seseorang dengan keadaan baik maka tindakan seseorang tersebut dengan menyikapi hal hal akan menjadi lebih tenang dan berpikir positif. Kebanyakan kaum muda jaman sekarang meluapkan emosi buruk menjadi sebuah perbuatan yang tidak baik atau tercela. Disinilah peran para guru untuk mendidik siswa siswinya agar dapat mengendalikan emosi dirinya sendiri agar tidak terjadi hal hal yang tidak diharapkan.

Didalam pendidikan karakter pramuka membedakan menjadi 4 pola pembinaan yaitu

  • Siaga

Anggota pola pembinaan siaga berkisar umur 7 sampai 10 tahun. Biasanya anggota siaga barada pada Sekolah Dasar (SD) dari kelas 1 sampai kelas 4. Pola pembinaan siaga sendiri dengan mengedepankan mood dari si anak sendiri. Biasanya pola pembinaan dilakukan dengan permainan sehingga siswa dapat melakukan dengan senang. Dan di sela-sela pola pembinaan juga disisipkan pendidikan karakter.

  • Penggalang

Anggota pola pembinaan penggalang berkisar dari umur 11 sampai 15 tahun. Biasanya anggota penggalang berada pada Sekolah Dasar (SD) pada kelas 5dan 6, Serta berada pada Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pola pembinaan penggalang sendiri berdasarkan sifat siswanya sendiri seperti keingintahuan yang tinggi, semangat yang kuat,sangat aktif dan lain lain. Pendidikan karakter di dalam penggalang dimasukkan kedalam latihan kedisiplinan dan di dalam ilmu pengetahuan yang diberikan.

  • Penegak

Anggota pola pembinaan penegak bekisar dari umur 16 sampai 20 tahun. Biasanya anggota penegak berada pada Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menegah Kejuruan (SMK). Para anggota penegak sendiri biasanya memiliki sifat ingin mencari jati diri, memiliki semangat yang kuat, kamauan yang kuat, agresif, sudah mengenal cinta dengan jenis kelamin lain. Pendidikan Karakter di dalam penegak diterapkan dalam kedisiplinan, kegiatan yang langsung terjun ke lapangan dan melaksanakan praktek tentang ilmu yang didapat selama menjadi anggota Pramuka.

  • Pandega

Anggota pola pembinaan pandega berkisar  dari umur 21 sampai 25 tahun. Biasanya anggota pandega berada pada masa Perguruan Tinggi atau Sekolah tinggi. pola pembinaan pandega sama dengan penegak dan pendidikan karakternya sama dengan penegak. Yang membedakan penegak dan pandega adalah system pengoorganisasian dan pola banyaknya kegiatan yang lasung terjun ke lapangan.

Sedangkan anggota pramuka dewasa adalah anggota pramuka biasa yang berusia diatas 25 tahun.Anggota pramuka dewasa terdiri dari fungsionaris organisasi,seperti Pembina pramuka,pelatih Pembina pramuka, Pembina professional, pamong SAKA, instruktur SAKA,pimpinan SAKA, andalan dan pembantu andalan, serta anggota majelis pembimbing. Dalam anggota dewasa lebih banyak bertindak sebagai pemyampai materi dan pembuat kurikulum dalam satuan Gugus Depan.

Anggota dari gerakan pramuka sendiri yang telah melakukan pendidikan,akan menjadi mandiri dan dapat hidup bermasyarakat. Sehingga para anggota Gerakan Pramuka dapat membaur dengan mesyarakat untuk menciptakan masyarakat yang madani. Kaum muda kali ini membantu masyarakat luas dalam kehidupan sehari hari dengan menerapkan 10 pilar utama yang tertera pada dasa darma pramuka.

            Jadi di dalam pola pembinaan yang sudah di kelompokkan itu agar mempermudah dalam penyampaian materi dan pengontrolan siswa. Pendidikan karakter selalu diselipkan dalam setiap materi yang ada. Kebanyakan materi yang disampaikan juga ditujukan untuk membentuk karakter yang baik. Dengan adanya system penggolongan pola pembinaan yang bisa terpantau sejak umur 7 tahun sampai dia berhenti menjadi anggota pramuka. Sedangkan anggota dewasa akan mengikuti pemantapan karakter dari mulai Kursus Mahir Dasar Pembina (KMD) sampai Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjut (KPL). Anggota pramuka Dewasa yang telah menikuti KMD dapat menjadi Pembina ataupun pelatih pramuka didalam gugus depan.seperti yang telah tertera dalam AD/ART (Anggaran Dasar/ Anggaran rumah Tangga) hasil MUNAS LUB (Musyawarah Nasional Luar Biasa) tahun 2012 tentang Kurikulum.

            Didalam pramuka juga sering mengadakan kegiatan kemasyarakatan dengan guna untuk menimbulkan rasa empati terhadap sesuatu yang terjadi dimasyarakat. Kegiatan yang dilakukan yaitu seperti bakti social, kerja bakti, penanaman pohon dan lain lain. Kegiatan tersebut bahkan ada yang menjadi agenda tahunan. Bahkan pramuka membentuk suatu organisasi dalam bidang social seperti UBALOKA (Unit Bantuan Pertolongan Pramuka). Ubaloka tersebut mempunyai fungsi dan peranan yang sama seperti tim SAR. Dalam keanggotaan UBALOKA sendiri biasanya diseleksi dengan sangat ketat sehingga menyisakan orang orang yang kuat demi membantu masyarakat. Dan dilam UBALOKA sering ditanamkan fikiran untuk  jangan pamrih setelah menyelesaikan tugas membantu masyarakat.

Kesimpulan

 

            Kaum muda zaman sekarang mulai lunturnya karakter yang baik. Sehingga pada saat ini tingkat kenakalan kaum remaja yang meresahkan masyarakat terjadi dimana mana dan tidak terkontrol. Disinilah pendidikan karakter ini memang diperlukan untuk membuat kaum muda menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa. Dalam pencapaiannya pendidikan karakter memiliki fungsi Pembentukan dan Pengembangan Potensi, perbaikan dan penguatan, serta penyaring. Dalam upaya untuk mendidik karakter kaum muda pramuka juga ikut berpartisipasi. Pramuka mendidik dari usia dini sampai menginjak dewasa dan pendidikannya disesuaikan tingkatan golongan umur. Dalam hal ini pramuka juga mempunyai visi misi yang menjadikan kaum muda menjadi manusia yang berkarakter baik. Tidak hanya di visi misi saja pramuka juga memiliki Darma Pramuka yang setiap pontnya dapat terlaksana akan menjadikan manusia yang berkarakter baik dan berguna dalam kemasyarakatan.

 

            Demikian jurnal yang berjudul “Pramuka Dalam Pendidikan Karakter” ini saya buat. Harap maklum bila terjadi kesalahan dalam penulisan saya.

References


Forniawan, A. (2012, Juni 12). Fungsi Dan Tujuan Pendidikan Karakter Terhadap Pendidikan Nasional. Retrieved November 9, 2013, from Kumpulan Ilmu Dunia Akhirat: http://aryforniawan.blogspot.com/2012/06/fungsi-dan-tujuan-pendidikan-karakter.html

Idham, A. (2013, Agustus 15). PRAMUKA SALAH SATU PILAR PENTING PEMBENTUK KARAKTER PEMUDA INDONESIA. Retrieved November 2013, 9, from AktifLab Area Prestasi: http://www.aktiflab.com/2013/08/15/pramuka-salah-satu-pilar-penting-pembentuk-karakter-pemuda-indonesia/

Lestari, L. R. (2013, NOVEMBER 2013). PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEPRAMUKAAN. Retrieved from KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BPPAUDNI REGIONAL II SURABAYA: http://www.bppnfi-reg4.net/web/index.php/pendidikan-karakter-melalui-kepramukaan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar