Senin, 30 Desember 2013

Pengaruh Teknologi terhadap Gaya Hidup Manusia, Dunia Pendidikan, dan Psikologi Manusia


Pengaruh Teknologi terhadap Gaya Hidup Manusia, Dunia Pendidikan, dan Psikologi Manusia

Oleh : Hasna Rosyida Valentin
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Abstrak

Di zaman yang modern ini manusia tidak pernah lepas dari teknologi. Teknologi merupakan sesuatu yang digunakan untuk mempermudah atau membantu pekerjaan manusia agar lebih efektif dan efisien. Namun seakan-akan masyarakat mulai terlena dengan teknologi, mereka tidak mau susah, mereka lebih memilih sesuatu yang instan, cepat dan praktis. Dengan keadaan tersebut sifat konsumerisme manusia mulai muncul. Manusia seakan-akan seperti diperalat oleh teknologi. Teknologi yang mengarahkan manusia. Ketergantungan pada teknologi yang pada akhirnya akan memberikan dampak buruk bagi manusia. Manusia saat ini merasa bahwa dengan teknologi semua bisa teratasi, ini juga akan menyebabkan timbul sifat individualism, rasa sosial mereka pudar dan akhirnya hilang. Akan tetapi tanpa dipungkiri teknologi juga memberikan dampak positif bagi para penggunanya jika digunakan secara bijak.

            Perkembangan teknologi membawa pengaruh yang cukup besar diberbagai bidang. Seperti gaya hidup, budaya, sosial, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain. Dalam tulisan ini akan mengulas tentang pengaruh perkembangan teknologi terhadap gaya hidup manusia, dunia pendidikan dan psikologi manusia. Dengan adanya perkembangan teknologi masyarakat diharapkan dapat ikut serta dalam menciptakan teknologi atau minimal memanfaatkan teknologi secara bijak. Meningkatkan ketrampilan yang ada didalam didirinya.

Karena dalam kehidupan kita di masa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang sangat dominan. Siapa pun yang handal teknologi maka dia akan menjadi seorang pemimpin dalam dunianya. Teknologi sangat berperan dalam berbagai bidang. (kompasiana.com, 2012)

Kata Kunci : Teknologi, Perkembangan, Gaya Hidup, Pendidikan, Psikologi

 Pendahuluan

Seiring dengan perkembangan jaman yang diiringi pula dengan perkembangan teknologi yang pesat, manusia kini semakin mudah dalam melakukan pekerjaannya. Teknologi pada dasarnya adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia (wikipedia.com, 2013). Secara garis besar teknologi tersebut diciptakan untuk membantu manusia menyelesaikan pekerjaannya dalam kehidupan sehari–hari secara tepat, praktis dan singkat. Dengan adanya teknologi membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Perubahan tersebut dapat menuju kearah yang baik maupun kearah yang buruk itu tergantung bagaimana individu tersebut menyikapinya.

Seiring dengan berjalannya waktu muncul banyak inovasi-inovasi yang akan menghasilkan teknologi baru. Teknologi yang sebenarnya digunakan sebagai alat bantu untuk pekerjaan manusia. Dewasa ini sepertinya telah “membelenggu” dalam perilaku hidup manusia. Justru teknologi kini menjadi pengarah hidup manusia. Manusia seakan seperti diperalat oleh teknologi. Memang teknologi itu membawa dampak positif bagi manusia. Namun, tanpa dipungkiri dampak negatif dari adanya perkembangan teknologi juga dirasakan oleh manusia.

Pada zaman dahulu sebelum adanya perkembangan teknologi manusia melakukan pekerjaannya secara manual sehingga membutuhkan banyak energi yang terkuras. Hal tersebut berubah seiring dengan berkembangnya teknologi, sekarang manusia dimudahkan pekerjaannya, dengan mesin yang merupakan salah satu energi sekarang tanpa harus mengeluarkan energi yang banyak pekerjaan tersebut bisa selesai dengan waktu yang lebih cepat. Pada dasarnya teknologi diciptakan memang untuk membantu atau meringankan pekerjaan manusia agar pekerjaan itu dapat berjalan secara optimal efektif dan efisien.

Perkembangan teknologi terjadi diberbagai bidang. Dari transpotrasi, kesehatan, pendidikan, informasi, komunikasi, dan lain-lain. Perkembangan teknologi tidak bisa dihindari oleh siapapun. Mau tidak mau kita yang terlibat didalamnya juga merasakan perubahan tersebut. Untuk terus bertahan manusia harus bisa mengikuti perubahan jaman dan kemajuan teknologi tersebut. Perkembangan yang terjadi dalam teknologi menyebabkan berbagai perubahan bagi manusia. Manusia semakin mudah dalam melakukan aktivitas, gaya hidup manusia juga ikut berubah. Masyarakat Indonesia cenderung mengikuti gaya hidup masyarakat Barat. Itu merupakan dampak negatif dari adanya perkembangan teknologi. Selain itu dalam dunia pendidikan teknologi juga membawa perubahan yang cukup besar. Dengan teknologi semua hal dapat diketahui secara cepat dan transparan. Dengan adanya perubahan tersebut secara tidak langsung psikologi manusia atau jiwa manusia juga mengalami perubahan.

Manusia akan terus mengandalkan teknologi. Akan lebih baiknya jika sifat ketergantungan atau mengandalkan tersebut sedikit dikurangi. Kini saatnya kita yang menemukan inovasi-inovasi baru untuk menghasilkan teknologi baru. Tidak hanya menggunakan saja namun juga menciptakan.

Teknologi terhadap Gaya Hidup

Salah satu dampak dari perkembangan teknologi adalah gaya hidup yang berubah. Perkembangan teknologi kerap erat dengan perkembangan gaya hidup kita semua. Keefesienan, kepraktisan dan kehematan dapat dicapai, namun tentu semuanya tidak selalu berdampak positif, ada juga yang berdampak negatif atau memiliki sisi–sisi negatif. Ada 3 (tiga) klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu kemajuan teknologi yang bersifat netral (neutral technological progress) terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor–faktor pemasukan yang sama, kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor saving technological progress) kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu, dan kemajuan teknologi yang hemat modal (capital saving technological progress) (wikipedia.com, 2013).

Jika mengutip dari pendapat Alvin Toffler saat ini kita sedang menghadapi gelombang ketiga atau third wave. First wave atau gelombang pertama masyarakat agraris (pertanian) berlangsung pada tahun 1650 – 1750. Pada first wave atau gelombang pertama dikenal sebagai masa bercocok tanam, pada gelombang ini semua aktivitas manusia dilakukan secara manual. Manusia masih menggunakan tenaga dan otot untuk melekukan pekerjaan. Seperti mencangkul, berburu, dan menanam dilakukan secara manual dan oleh tenaga yang cukup banyak. Second wave atau gelombang kedua masyarakat industri dimulai pada abad ke-18 yang dinamakan sebagai masa industrialisasi yang mana tenaga dan otot mulai digantikan oleh mesin. Industri–industri mulai mengganti tenaga manusia dengan tenaga mesin. Produksi menggunakan mesin atau produksi masal itu menyebabkan ekonomi negara tersebut berubah.

Third wave atau gelombang ketiga, digelombang ini mesin tidak sepenuhnya tergantikan. Namun mesin tersebut ditambah dengan adanya pengetahuan. Masa ini dinamakan abad informasi. Pada abad informasi muncul de-massifications, de-centralization, dan consumerism. Demassified atau demasifikasi adalah sebuah penggunaan secara masal (massification) teknologi menjadi pengguna secara individu. Demasidikasi bisa juga diartikan sebagai sebuah era yang ditandai oleh semakin aktifnya user/komunikan/khalayak/konsumen dalam menggunakan teknologi. Namun dengan teori yang terus berkembang saat ini peradaban manusia dengan kompetisi yang ganas dan globalisasi, masuklah manusia generasi ke-4 dinamakan dengan abad knowlwdge-based economy atau ada tang menyebut berorientasi pada kreativitas. (kompasiana.com, 2012)

Salah satu perkembangan teknologi yang sangat familiar adalah internet. Internet merupakan salah satu sumber informasi tanpa batas yang bisa diakses oleh siapa pun dan dimana pun. Banyak masyarakat yang mulai mengakses internet untuk mencari hal yang mereka belum tahu. Apalagi bagi anak muda jaman sekarang internet merupakan salah satu makanan pokok yang disantapnya setiap hari. Mereka menggunakan internet sebagai media hiburan (sosial media, youtobe, dan lain-lain), media pendidikan (ilmu pengetahuan), dan lain-lain. Jika internet tersebut digunakan secar bijak dan semestinya maka teknologi akan membawa nilai positif bagi pengguna.

Namun pada kenyataannya masih saja ada berbagai pihak yang menggunakan internet sebagai sarana tindak kriminalitas. Terjadi tindak kriminalitas atau kejahatan didunia maya rata-rata mencapai 14 kasus kejahatan setiap detiknya di pasar internasional, menyusul kian berkembangnya teknologi informasi pada masa kini (republika.co.id, 2013). Selain internet teknologi yang cukup familiar yaitu handphone atau telepon genggam. Jaman sekarang mungkin hanya sebagaian kecil anak muda yang tidak memiliki handphone. Seakan handphone saat ini sudah menjadi kebutuhan untuk masyarakat. Selain itu mereka beranggapan bahawa dengan handphone semuanya dapat terpenuhi.

Gaya hidup masyarakat mulai berubah seiring dengan berkembangnya teknologi. Masyarakat dewasa ini tidak mau dibuat ribet oleh hal-hal yang kurang penting. Mereka lebih memilih sesuatu yang instan, praktis dan cepat contoh saja saat mereka hendak bepergian padahal jaraknya tidak seberapa tapi mereka menggunakan sepeda motor, atau bahkan mobil padahal masih bisa ditempuh dengan jalan kaki. Selain itu untuk bersilaturahmi mereka lebih memilih melalui handphone daripada bertemu secara langsung, memang ada nilai positifnya namun apabila sering dilakukan maka menjadi negatif. Apalagi sifat konsumerisme yang mulai tumbuh di masyarakat, hal ini membawa pengaruh buruk untuk masyarakat. Apalagi bila mereka ingin mempunyai teknologi baru (handphone, laptop, gadget, dan lain-lain) namun mereka tidak memiliki uang, fasilitas. Dan bahkan dengan nekat mereka dapat melakukan pencurian, menipu, atau bahkan bunuh diri. Semua itu kembali lagi kepada keluarga. Keluargalah yang memiliki peran cukup besar untuk mengatur pribadi anak.

 Namun teknologi juga membawa dampak positif terhadap gaya hidup yaitu manusia semakin sadar akan pentingnya teknologi. Masyarakat pun berlomba-lomba untuk mengetahui perkembangan teknologi, mengikutinya dan memahaminya. Masyarakat juga harus tetap waspada akan ketergantungannya dengan teknologi harus ada batasan-batasan dalam menggunakan teknologi dan jangan menyalahgunakannya.

      Teknologi terhadap Pendidikan

Globalisasi dunia telah memicu pergeseran berbagai aspek di dunia, pendidikan termasuk salah satunya. Dan pendidikan pada masa yang akan datang akan lebih bersifat fleksibel (luwes). Menurut Rosenberg (2001) dengan berkembangnya teknologi ada 5 (lima) pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu (1). Dari pelatihan ke penampilan, (2). Dari ruang kelas ke dimana saja dan kapan saja, (3). Dari kertas ke “on line” atau saluran, (4). Fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan (5). Dari waktu siklus ke waktu nyata. (kompasiana.com, 2012).

Perkembangan teknologi juga berpengaruh pada dunia pendidikan. Dengan teknologi pendidikan menjadi lebih mudah. Tidak perlu harus bertatap muka, bertemu dikelas kita pun sudah bisa mendapatkan pendidikan. Banyak di negara-negara maju sudah menerapkan sistem e-learning, jarak dan ruang sudah bukan menjadi suatu masalah dalam sistem e-learning. Biaya yang diperlukan juga tidak terlalu mahal. E-Learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan 3 (tiga) kriteria yaitu (1). E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2). Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui computer dengan menggunakan teknologi internet standar, dan (3). Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran dibalik paradigm pembelajaran tradisional.

Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Centerted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dan lain sebagainya. (kompasiana.com, 2012)

            Dengan adanya teknologi para pendidik dapat menciptakan suatu proses belajar mengajar yang menarik, mudah dimengerti, dan interaktif. Prestasi peserta didik pun dapat meningkat. Manfaat teknologi terhadap pendidikan sangat banyak dan membantu dalam proses pendidikan. Peserta didik bisa lebih paham terhadap pengetahuan, menjadi salah satu sarana pendukung, dapat mencari informasi sendiri tanpa dari guru, bisa digunakan dalam meningkatan mutu pendidikan dan lain lain. Jadi disini guru bukan menjadi satu-satunya sumber ilmu, karena ilmu ada diberbagai sumber. Dengan banyaknya manfaat yang diberikan maka keuntungan yang didapat juga banyak. Peserta didik dapat dengan mudahnya mengakses semua informasi dengan bantuan teknologi, sehinggga peserta didik memperoleh informasi tersebut dan dapat dijadikan sebagai wawasan. Selain itu dengan teknologi tenaga pendidik pun dapan dengan mudah menjalankan tugasnya. Sehingga akan terciptanya sebuah masyarakat yang maju.

      Internet sangat memiliki ilmu pengetahuan yang banyak. Dengan adanya perkembangan teknologi  (internet) diharapkan para peserta didik dapat lebih mudah mencari sumber pembelajaran, referensi. Karena internet dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun. Jangan sampai dengan adanya internet membuat anak menjadi malas belajar karena pemanfaatannya yang salah. Kita juga tetap harus waspada karena dengan adanyan internet berarti juga ada bahaya. Ketergantungan terhadap internet juga harus diminimalisir. Lebih baik sering membaca buku yang lebih pasti kebenaran isinya.

Teknologi terhadap Psikologi Manusia

Didewasa ini teknologi menjadi suatu hal yang dangat popular, di perbincangkan disana disini. Sebagian besar semua orang sudah memanfaatkan teknologi tanpa terkecuali. Secara tidak langsung keadaan psikologi manusia pun mengalami perubahan atau terpengaruh. Karena rata–rata manusia setiap hari selalu melakukan pekerjaannya dengan bantuan teknologi. Bahkan sering ada manusia yang lebih sering berinteraksi dengan teknologi dibandingkan berinteraksi dengan manusia lainnya.

Disinilah sifat individualism muncul, manusia kurang bisa bersosialisasi dengan baik, keadaan ini sangat mengganggu kelangsungan hidupnya. Seharusnya dengan teknologi kita bisa menjadi manusia yang lebih baik jangan sampai karena teknologi kita dijauhi, dihindari atau bahkan dikucilkan oleh teman, ataupun masyarakat. Kembali lagi kepada fungsi utama teknologi yaitu untuk memudahkan pekerjaan manusia agar lebih efektif dan efisien.

Perkembangan teknologi juga memberikan dampak positif atau keuntungan bagi psikologi manusia antara lain individu merasa senang karena dapat memperoleh informasi dengan mudah (search engine pada browse, artikel–artikel pada website), individu akan lebih percaya diri karena bisa mengapresiasikan perasaannya melalui postingan atau tulisan (jejaring sosial, atau blog), individu akan lebih terbuka terhadap perubahan karena mengikuti perubahan arus informasi dari internet, individu akan senang karena dapat berinovasi dengan penemuan–penemuan mereka (handphone unik, modifikasi laptop, dan lain–lain), individu akan lebih termotivasi untuk menciptakan sesuatu yang lebih baru, individu akan lebih kreatif dengan ciptaan–ciptaan yang dapat membantu kinerja manusia, dan individu akan lebih aktif serta memiliki jaringan luas, karena dengan teknologi sekarang ini memungkinkan seseorang berinteraksi dengan orang lain baik dalam negeri maupun luar negeri. (kompasiana.com, 2012)

Teknologi membawa dampak negatif terhadap psikologis pada manusia. Antara lain (1). Ketergantungan, media computer memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh pengguna. Sehingga pengguna seakan-akan menemukan dunia barunya. Ketergantungan ini masih bisa diminimalisir dengan pengawasan dari orang tua, dan memperbanyak kegiatan-kegiatan diluar rumah, bermain dengan teman, dan menyibukan diri sehingga kegiatan didepan komputer semakin berkurang. (2). Antisocial Behavior, dapak yang ditimbulkan salah satunya adalah antisocial behavior, keadaan dimana pengguna tidak lagi peduli dengan lingkungan sosialnya pengguna lebih mengutamakan teknologi yang dimilikinya. Pengguna akan menjadi jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Bila keadaan ini terus dibiarkan maka pengguna akan menjadi orang yang sangat individualism dan tidak ada interaksi maupun sosialisasi. Antisocial Behavior masih bisa ditanggulangi dengan adanya kesadaran dari diri sendiri akan dampak buruk yang akan terjadi, memperbanyak kegiatan diluar rumah dengan teman maupun keluarga, traveling, hang-out, dan lain-lain. (kompasiana.com, 2012)


Kesimpulan

Teknologi memang merupakan suatu hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan. Akan tetapi jangan sampai teknologi yang memperalat kita. Ketergantungan terhadap teknologi pasti akan muncul apabila setiap hal yang kita kerjakan selalu mengunakan teknologi. Kita seharusnya berusaha jangan menjadi korban dari adanya perkembangan teknologi. Kita harus berusaha untuk meningkatkan skill atau keahlian yang kita miliki agar dapat ikut serta dalam menghasilkan teknologi baru. Didunia pendidikan, para siswa dapat dengan mudahnya mengakses semua informasi yang dibutuhkan, disinilah munculnya plagiatisme dikalangan pelajar ini merupakan perbuatan yang sangat merugikan. Para siswa lebih memilih menggunakan internet yang merupakan salah satu teknologi dibandingkan dengan membaca buku yang isinya jelas – jelas lebih akurat. Mungkin kejadian ini dipengaruhi oleh harga buku yang relatif lebih mahal daripada mengakses internet, kalau pun ada perpustakaan sebagai sarana untuk meminjam buku mungkin perpustakaan tersebut memiliki kualitas yang cukup buruk dan kurang memadai.

Sehingga para pelajar mengambil suatu tindakan yang lebih efektif dan efisien. Itulah yang merupakan konsekuensi dari adanya perkembangan teknologi terhadap pendidikan. Selain itu sebenarnya adanya teknologi terhadap pendidikan sangat ikut serta dalam perkembangan pendidikan. Pendidikan kini sudah sangat modern, semua orang bisa mendapatkan informasi baik berupa ilmu pengtahuan, berita dan lain-lain secara cepat dan transparan tanpa harus mendapatkannya melalui guru maupun sekolah. Semua itu tergantung bagaimana orang tersebut mempunyai inisiatif untuk memajukan dirinya sendiri, karena berbagai ilmu pengetahuan sekarang tersebar dimana mana.

Apalagi didalam gaya hidup manusia. Teknologi sangat berpengaruh dalam perubahannya. Semua orang selalu memanfaatkan teknologi untuk membantu pekerjaannya. Memang teknologi itu digunakan untuk membantu manusia, tapi jangan sampai kita tergantung oleh teknologi. Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini mengacu atau meniru gaya Barat. Gaya hidup yang sebenarnya berbeda jauh dengan gaya hidup Indonesia. Masyarakat Indonesia sepertinya sudah lupa dengan budaya Indonesia yang sesungguhnya. Sedikit demi sedikit budaya Indonesia lama lama akan hilang termakan oleh waktu. Didampak positifnya masyarakat Indonesia saat ini sebagian besar telah memahami akan pentingnya pengetahuan tentang teknologi. Teknologi memang membawa dampak negatif maupun dampak positifnya. Atas sebab itu kita harus menggunakan teknologi sebagaimana mestinya , jangan sampai kita tergantung olehnya, dan jangan sampai dengan adanya teknologi menyebabkan kita menjadi manusia yang egois, yang memiliki sifat individualisne yang tinggi, dan rasa sosial yang rendah. Karena bila itu terjadi kita akan menjadi manusia yang sangat dirugikan oleh teknologi.

Sebagai anak muda yang seharusnya melanjutkan perjuangan negeri ini. Kita harus bisa selektif dari adanya teknologi. Jangan semua teknologi digunakan seenaknya sendiri, itu sama saja kita egois. Jangan menjadi anak muda yang menjadi korban dari teknologi tapi jadilah anak muda yang menciptakan teknologi. Jangan menjadi masyarakat yang tidak siap dengan perkembangan teknologi, yang harus dilakukan meningkatkan keahlian yang digemari dengan sungguh–sungguh jangan ada paksaan dari pihak manapun. Namun sebagian besar anak muda jaman sekarang sangat tergantung sekali dengan teknologi. Bandingkan saja saat dulu teknologi belum berkembang untuk berhubungan dengan keluarga, dengan teman kita harus menulis surat dan untuk mengirimkannya saja membutuhkan waktu yang relatif lama. Sekarang semuanya bisa berjalan dengan cepat kita bisa melalui pesawat telepon maupun telepon genggam yang kita miliki. Perbedaannya sangat terlihat jauh.



Daftar Pustaka

Anonim. (2013) “Teknologi” diunduh dari (http://id.wikipedia.org/wiki/teknologi), pada 29 Oktober 2013.

Kompasiana. (2012). “Dampak Perkembangan Teknologi Informasi” diunduh dari   (http://m.kompasiana.com/post/read/488600/1/dampak-perkembangan-teknologi-informasi), pada 29 Oktober 2013.

Kompasiana. (2012) “Gelombang Peradaban Manusia dan Perkembangan Teknologi Komunikasi (Alvin Toffler)” diunduh dari (http://m.kompasiana.com/post/read/409024/3/gelombang-peradaban-manusia-dan-perkembangan-teknologi-komunikasi-alvin-toffler), pada 29 Oktober 2013.

Kompasiana. (2012) “Peranan TIK dalam Dunia Pendidikan” diunduh dari (http://m.kompasiana.com/post/read/107985/3/tik-peranannya-dalam-dunia-pendidikan-dan-peranan-guru-dalam-pembelajaran-tik), pada 29 Oktober 2013.

Republika. (2013). “Kejahatan di Dunia Maya” diunduh dari  (http://m.republika.co.id/berita/trendtek/internet/12/03/13/m0tjf2-setiap-detik-terjadi-14-kejahatan-di-dunia-maya),  pada 29 Oktober 2013.





2 komentar:

  1. Teknologi informasi mempercepat dan memperluas jangkauan pendidikan, yang meliputi transformasi pengetahuan, sikap dan keterampilan.

    BalasHapus
  2. Teknologi informasi memperbaharui keusangan ilmu pengetahuan, sikap, dan keterampilan manusia. Teknologi informasi juga menjadi sarana "globlal library", yang mengubah mindset berwawasan lokal menjadi global.

    BalasHapus