Kamis, 26 Desember 2013

Pentingnya Orang Tua dalam Pembentukan Kepribadian Anak




Oleh : Laela Insyafani
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang
Laelainsyafani14@gmail.com

Abstrak
Peranan orang tua dalam pembentukan kepribadian anak sangat penting, dalam pembentukan kepribadian orang tua harus menjadi figure atau memberi contoh yang baik sejak dini, karena dapat berpengaruh hingga si anak tumbuh menjadi dewasa. Kepribadian anak terbentuk tergantung karena bagaimana cara orang tua mendidik, mengasuh dan menerapkan akhlak kepada si anak sejak kecil, supaya kelak di masa dewasa si anak akan terbiasa dengan apa yang diajarkan oleh kedua orang tuanya. Pembentukan kepribadian si anak tidak mudah bagi orang tua, karena jika orang tua terlalu menyepelekan dalam hal pembentukan kepribadian dan karakter anak maka anak kelak dewasa akan tumbuh menjadi anak yang sering melakukan penyelewengan, oleh karena itu orang tua harus benar-benar memperhatikan betapa pentingnya proses pembentukan kepribadian anak sejak dini supaya anak tumbuh menjadi anak yang mempunyai kepribadian baik dan mempunyai karakter baik juga.
Kata kunci : Peranan orang tua, kepribadian anak, pembentukan kepribadian.
Pendahuluan
Di sini saya akan membahas masalah tentang peran keluarga dalam proses pembentukan kepribadian anak. Mungkin masalah ini terkesan biasa saja, tapi jika dipikir-pikir masalah ini sangat penting. Karena dapat berpengaruh pada karakter anak dimasa dewasa kelak. Pembentukan kepribadian anak sejak dini sangat penting, karena akan berpengaruh kelak pada masa dewas. Dalam pembentukan kepribadian anak semua lingkungan dapat mempengaruhi, antara lain lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Akan tetapi diantara ketiga lingkungan tersebut yang paling berpengaruh dalam proses pembentukan kepribadian anak adalah lingkungan keluarga. Dalam lingkungan keluarga semua anggota keluarga berpengaruh, tapi yang paling besar pengaruhnya adalah kedua orang tua. Orang tua merupakan tempat yang paling utama dan pertama dalam proses pembentukan kepribadian anak. Oleh karena itu, supaya dapat membentuk kepribadian anak yang sesuai dengan harapan maka perlu adanya komunikasi antara kedua orang tua dan anak. Dengan adanya komunikasi, maka akan mempermudah orang tua untuk mengetahui karakter anak dan akan mempermudah untuk membentuk kepribadian anak. Dengan komunikasi juga dapat mempermudah orang tua untuk mengontrol tingkah laku anak.
Peran keluarga dalam proses pembentukan kepribadian anak sangat besar. Keluargalah yang menyiapkan perkembangan kepribadian anak sejak dini. Dengan adanya dorongan dari keluarga, maka itu dapat membantu si anak dalam melakukan penyesuaian yang memuaskan baik itu dimasa kini atau di masa datang. Pemikiran dan perlakuan anak tergantung bagaimana cara orang tua mendidik. Dalam pembentukan kepribadian sejak dini sangatlah penting karena dapat mempengaruhi kehidupan di masa dewasa. Contohnya, seorang anak yang memiliki kepribadian baik akan melakukan perbuatan yang baik juga. Itu disebabkan oleh peran orang tua dalam pembentukan kepribadian anak sejak dini.
Lalu langkah apa yang harus dilakukan kedua orang tua dalam membentuk kepribadian anak yang baik ? langkah yang paling penting adalah kesalehan orang tua. Dengan kebiasaan yang baik yang dilakukan oleh orang tua, maka anak juga akan terbiasa dengan apa yang diajarkan oleh kedua orang tuanya. Contoh praktisnya, pertama “ Seorang ibu yang senantiasa menghentikan segala aktivitas ketika mendengar kumandang adzan”. Jika mendengar kumandang adzan memang sebaiknya istirahat dan menghentikan dari segala aktivitas. Sebagai orang tua juga harus seperti itu dalam memperlakukan sikap kepada anaknya. Walaupun saat itu sedang melakukan pekerjaan yang penting, tetapi sebaiknya berhenti terlebih dahulu dan tidak lupa mengajak anaknya berhenti istirahat sejenak dari segala aktivitas untuk mendengarkan kumandang adzan, setelah itu mengajak anak shalat berjama’ah. Dan sebagai orang tua juga harus menjelaskan kepada anaknya betapa pentingnya jika kita melakukan shalat tepat pada waktunya. Dan juga menjelaskan kepada anaknya bahwa Allah akan mencintai siapa saja orang yang melakukan shalat tepat pada waktunya.
 Dengan demikian, kebiasaan seperti itu jika dilakukan sejak dini, maka akan tumbuh menjadi kebiasaan yang baik dalam melaksanakan sholat pada waktunya. Karena si anak sudah diajarkan oleh orang tuanya. Kedua, lihat “kisah keberanian Abdullah bin Zubair”. Kisah tersebut yaitu tentang keberanian Abdullah bin Zubair yang berusia 8 tahun baru masuk islam dan ketika umurnya sudah 12 tahun dia tersugesti oleh setan bahwa Rusulullah ditangkap di dataran tinggi Makkah. Zubair yang waktu itu berumur 12 tahun keluar rumah sambil menenteng atau membawa pedang. Semua orang terheran termasuk Nabi juga heran melihatnya dan bertanya kepada Zubair “ada apa denganmu wahai az-zubair?”.  Lalu Zubair berkata kepada Nabi siapa yang berani menangkapmu akan kupenggal kepalanya dengan pedangku ini. Keberanian dari kisah Abdullah bin Zubair yaitu meniru dari pengaruh keberanian ayah dan ibunya. ( lihat A’lam an-Nubala, 1/1-42).[1]
Dengan demikian dari kedua contoh kisah diatas, maka dapat disimpulkan dan dapat diperjelas bahwa pembentukan kepribadian anak tergantunga pada bagaimana kedua orang tua mengasuh anaknya dan sudah memberi contoh kebiasaan baik sejak dini. Oleh karena itu sampai dewasa seorang anak akan terbiasa dengan apa yang sudah diajarkan oleh kedua orang tuanya. Maka kedua orang tua harus berhati-hati dalam bersikap di depan anaknya. Dari uraian di atas maka dalam tulisan ini membahas “ Pentingnya Orang Tua dalam Proses Pembentukan Kepribadian Anak”. Dengan maksud untuk menyajikan dan mendeskripsikan kajian secara teoritis tentang pengaruh lingkungan keluarga termasuk orang tua dalam proses pembentukan kepribadian anak.
Faktor apakah yang mempengaruhi kepribadian Anak
Kepribadian manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, misalnya konsep diri, sifat, lingkungan, fisik, dan lain-lain. Jadi dengan demikian pribadi manusia dapat dirubah. Oleh karena itu, supaya dapat merubah kepribadian anak, maka ada usaha untuk mendidik anak, membentuk sifat  anak. Yang artinya, kepribadian anak dapat diperbaiki, yang mulanya nampak kurang baik menjadi baik. Perkembangan kepribadian anak salah satunya adalah berfikir kritis dan kreatif. Oleh Karena itu perlunya pembinaan dari kedua orang tuanya kepada anaknya sejak dini supaya dapat menghasilkan suatu kepribadian yang baik pada anaknya.
            Adapun yang termasuk faktor dalam diri itu sendiri atau faktor bawaan, ialah segala sesuatu berupa bawaan sejak lahir, baik yang bersifat kejiwaan maupun yang bersifat ketubuhan dan merupakan pengaruh keturunan dari salah satu sifat yang dimiliki oleh kedua orang tuanya.         Selain faktor bawaan atau faktor yang ada dalam diri orang itu sendiri, ada juga faktor dari luar orang tersebut. Faktor dari luar biasanya merupakan pengaruh faktor lingkungan, seperti lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga berpengaruh terhadap kepribadian dan konsep anak sejak kecil. Selain kedua faktor itu ada juga faktor yang mempengaruhi kepribadian anak yaitu faktor dari pengalaman hidup. Setiap orang mempunyai kehidupan masing-masing, jadi pengalaman yang dialami juga berbeda-beda. Dan tidak heran kalau sejak kecil walaupun anak sudah dibimbing dengan baik oleh kedua orang tuanya tetapi dewasanya sedikit berbeda dengan apa yang diajarkan oleh kedua orang tuanya karena semakin dewasa si anak sudah mengalami perubahan-perubahan, seperti perubahan fisik, pengalaman hidup. Dengan pengalaman hidup kepribadian anak yang sudah sedikit demi sedikit di bentuk oleh orang tua sejak kecil akan semakin berkembang di masa dewasa, karena si anak sudah mengalami manis pahitnya kehidupan.[2]
Dari semua faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian anak, keluargalah yang paling penting pengaruhnya termasuk kedua orang tua. Kepribadian orang tua akan mempengaruhi bagaimana cara orang tua dalam mendidik anak dan akhirnya kepribadian anak juga akan berpengaruh. Jika kepribadian orang tua berpengaruh dalam proses pembentukan kepribadian anak, maka jika ingin mendidik anaknya dengan benar, baik, dan sesuai dengan harapan orang tua ada Sembilan tipe kepribadian orang tua dalam membesarkan anaknya yang akan berpengaruh pada kepribadian anak, antara lain adalah: (1) Penasihat moral, terlalu menekankan pada perincian, analisis, dan moral; (2) Penolong, terlalu mengutamakan kebutuhan anak dengan mengabaikan akibat dari tindakan si anak; (3) Pengatur, selalu ingin bekrja sama dengan si anak dan menciptakan tugas-tugas yang akan membantu memperbaiki keadaan; (4) Pemimpi, selalu berupaya untuk berhubungan secara emosional dengan anak-anak dalam setiap keadaan dan mencari solusi kreatif bersama-sama; (5) Pengamat, selalu mencari sudut pandang yang menyeluruh, berupaya mengutamakan objektivitas dan perspektif; (6) Pencemas, selalu melakukan Tanya jawab mental dan terus bertanya-tanya, ragu-ragu dan memiliki gambaran terburuk sampai mereka yakin bahwa anak mereka benar-benar memahami situasi; (7) Penghibur, selalu menerapkan gaya yang lebih santai; (8) Pelindung, enderung untuk mengambil alih tanggung jawab dan bersikap melindungi, berteriak kepada si anak tetapi kemudian melindunginya dari ancaman yang datang; (9) Pendamai, dipengaruhi kepribadian mereka yang selalu menghindar dari konflik.  (lihat buku pembentukan kepribadian anak, Sjarkawi. 2006: 20)
Dengan demikian adanya Sembilan kebribadian orang tua yang baik, maka orang tua akan dengan mudah membentuk kepribadian anak dengan baik. Orang tua dapat membentuk kepribadian anak sesuai dengan Sembilan pilar tersebut. Membentuk kepribadian anak sejak dini tidak mudah karena akan berpengaruh pada masa depan anak. Jika sejak dini anak diajarkan berperilaku tidak baik, maka kelak dewasa si anak akan berprilaku tidak baik juga. Begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu orang tua harus memberi contoh yang baik pada si anak untuk membiasakan berprilaku baik. Karena sampai kapan pun si anak akan selalu mengingat tentang apa yang diajarkan oleh orang tua saat masih kecil.
Mengapa lingkungan keluarga sangat berpengaruh
Keluarga merupakan lingkungan sosial yang pertama yang memberikan pengaruh sangat besar bagi perkembangan anak. Di mulai dari keluarga lah anak mulai beranjak untuk berinteraksi,  menemukan sifat, sikap dan kemampuan dalam membedakan berbagai objek dalam lingkungannya. Lingkungan keluarga sangat penting, terutama adanya kasih sayang dari kedua orang tua. Adanya kasih sayang orang tua itu sangat berpengaruh, karena di masa ini, anak-anak berhadapan dengan orang lain, seperti saudara, guru, teman sebaya. Penanaman kebiasaan yang keliru dimasa anak-anak akan berdampak buruk pada karakter dan kepribadian anak. Ke dua orang tua memiliki peran yang penting dalam mewujudkan kepribadian anak.
Menurut Al Ghazali, anak merupakan amanah bagi orang tua yang masih suci laksana permata, baik buruknya anak tergantung pada pembinaan orang tua. Jadi menjadi orang tua harus wajib memberikan pembinaan, menjaga dan melindungi, memberi kesejahteraan, memberikan pendidikan dan ketrampilan kepada anaknya. Menanamkan kebiasaan yang baik sejak kecil, maka kelak dewasa dia akan terbiasa dengan apa yang diajarkan orang tuanya di masa kecil. Si anak juga akan diterima oleh masyarakat dengan baik, dengan itu semua si anak akan tumbuh menjadi kepribadian yang baik. Sedangkan jika anak sejak kecil mendapatkan kebiasaan yang buruk dari kedua orang tua, maka di kelak dewasa pun dia mungkin akan selalu meniru atau mengingat tentang apa yang dibiasakan oleh orang tua sejak kecil dan akan menjadi kepribadian yang buruk dan mungkin dia tidak diterima masyarakat sekitar. Contohnya, orang tua memerintahkan kepada si anak “ Tolong kalau nanti ada tamu yang mencari bapak atau ibu, bilang saja kepada tamu itu kalau bapak atau ibu sedang pergi, bapak dan ibu mau tidur dulu”. Dengan diajarkan berbohong hal sepele seperti itu, kalau sudah ditanamkan kepada anak sejak kecil maka sampai dewasa anak akan terbiasa berbohong seperti itu.
Supaya si anak bisa memiliki kepribadian yang baik, berkarakter, dan sesuai dengan harapan orang tua. Orang tua harus dapat mewujudkan kepribadian si anak, yaitu dengan cara : (1) Orang tua harus memberi kasih sayang kepada si anak, dengan kasih sayang yang cukup baik dari orang tua, maka si anak jika memiliki suatu masalah dapat menyelesaikannya dengan baik. Yaitu dengan cara membicarakan kepada orang tuanya tentang masalahnya atau si anak dapat menyelesaikannya sesuai dengan apa yang diajarkan oleh orang tuanya. (2) diantara kedua orang tua dan anak harus ada saling menghormati. (3) kedua orang tua dan anak harus sering berkumpul. Dengan sering berkumpul maka diantara orang tua dan anak akan tumbuh rasa keakraban. (4) ke dua orang tua menjaga ketenangan lingkungan keluarga dan menyiapkan ketenangan jiwa anak-anak. (5) Mewujudkan kepercayaan, dengan memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya.[3]
Jadi dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya pengaruh peranan keluarga sebagai peletak dasar pola dalam proses pembentukan kepribadian anak. Supaya anak-anaknya mempunyai kepribadian yang baik, orang tua harus memberikan kasih sayang, saling menghormati diantara mereka, mewujudkan keprcayaan si anak, memberikan ketenangan lingkungan keluaraga dan ketenangan jiwa anak, sering berkumpul diantara anak dan orang tua. Dengan itu semua, maka pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak dapat dikendalikan oleh orang tua, dan supaya orang tua mengetahui sejauh mana pengetahuan yang dimiliki anaknya dan orang tua juga akan memberikan pengarahan yang lebih baik supaya dapat menambah wawasan anaknya dan juga untuk membentuk kepribadian anaknya yang baik dan sempurna.
Peran Keluarga dalam Mendidik dan Membentuk Kepribadian Anak
Dalam keluarga semua berpengaruh, tapi yang paling besar pengaruhnya adalah ayah dan ibu. Termasuk tugas mendidik anak itu adalah tugas yang paling penting peranannya bagi orang tua, karena itu dapat berpengaruh pada kesuksesan keluarga. Tetapi kesuksesan yang terjadi pada keluarga tidak akan berarti apapun jika mengalami kegagalan dalam mendidik dan membentuk karakter dan kepribadian anak yang sesuai dengan harapan orang tua.
            Sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama keluarga. Lingkungan keluarga juga merupakan lingkungan yang utama, oleh karena itu seorang anak bisa mendapatkan dan menerima pendidikan yang sangat besar dimulai dari keluarga. Lingkungan keluarga besar pengaruhnya dalam proses pembentukan kepribadian anak. maka ada beberapa fungsi keluarga dalam mendidik dan membentuk kepribadian anaknya. Yaitu, (1).Sebagai pengalaman pertama pada masa kanak-kanak. (2). Menjamin kehidupan emosional anak. (3). Memberi motivasi dan memberi dorongan supaya anak dapat mencapai keberhasilannya. (4). Menananmkan dasar pendidikan agama kepada anaknya sejak kecil. (5). Sebagai dasar untuk menanamkan pendidikan moral pada anaknya. (6). Sebagai dasar dalam memberikan pendidikan sosial kepada anaknya. (7). Menjaga kesehatan si anak supaya si anak dapat dengan nyaman menjalankan proses belajar yang utuh. (8). Memberikan si anak kesempatan dalam belajar dengan cara mengenalkan ilmu pengetahuan serta ketrampilan, (9). Orang tua hendaknya memberikan pendidikan agama kepada si anak agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat yang sesuai dengan ketentuan Allah SWT, sebagai tujuan akhir manusia.[4]
Kesimpulan
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang pertama dikenal oleh anak. Anak menghabiskan waktu dengan keluarga, jadi lingkungan keluarga terutama pada orang tualah yang mempunyai peran penting dalam pembentukan kepribadian anak. orang tua merupakan figure bagi si anak, karena orang tualah yang mengasuh, mendidik anak sejak kecil. Kepribadian anak tergantung bagaimana cara orang tua mendidik anak tersebut. Jika peranan orang tua dalam mendidik anak benar, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang mempunyai kepribadian baik serta mempunyai karakter yang baik juga. Jadi menjadi orang tua harus benar-benar memperhatikan tumbuh kembang anak  dan memperhatikan dalam proses perkembangan anak.
Daftar pustaka
Hurlock, Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak. translated by Tjandrasa, M. Jakarta: Erlangga.
Sjarkawi. 2006. Pembentukan Kepribadian Anak. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Sujanto, A, dkk. 2006. PSIKOLOGI KEPRIBADIAN. Jakarta: PT Bumi Aksara.





[1] Stiba Makassar. “Peranan Orang Tua Dalam Membentuk Kepribadian Anak” di unduh dari http://www.stibamks.net/2013/06/peran-orang-tua-dalam-membentuk.html, pada tanggal 31 Oktober 2013.
[2] Hari yadi. 2012. “Peranan Orang Tua dalam Pembentukan Karakter dan Tumbuh Kembang   Anak” di unduh dari http://hariyadi8990.blogspot.com/, pada tanggal 31 Oktober 2013.
[3] Hastantyo. 2010. “Peranan Keluarga dalam Membentuk Kepribadian Anak”, diakses dari http://jolompong.blogspot.com/2010/11/peran-keluarga-dalam-membantuk.html, pada tanggal 31 oktober 2013.
[4] Eko Arif, “Peran keluarga dalam Pembentukan Kepribadian dan Pendidikan Anak”, diakses dari http://ekoarif.wordpress.com/2012/11/28/peran-keluarga-dalam-pembentukan-kepribadian-dan-pendidikan-anak/, pada tanggal 31 oktober 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar